Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Perumda Sanjayaning Singasana Tabanan Baru Serap Beras, Gabah Petani Masih Belum Bisa Ditampung

IGA Kusuma Yoni • Jumat, 10 Juli 2026 | 06:55 WIB
Petani di Tabanan memanen padi. (Ist)
Petani di Tabanan memanen padi. (Ist)

BALIEXPRESS.ID- Perumda Sanjayaning Singasana (SS) mampu menyerap hasil panen petani yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan sebanyak 270 hingga 300 ton beras per hari.

Direktur Bisnis Perumda Sanjayaning Singasana, I Made Pasek Darma Sugiharta, menjelaskan upaya ini dilakukan oleh pihak Perumda untuk menjamin kepastian harga pasar bagi para petani di Tabanan saat musim panen.

Dengan adanya sistem penyerapan ini, para petani diharapkan tidak lagi mengalami kebingungan dalam mendistribusikan hasil jerih payah mereka sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Baca Juga: Dari Pala Menjadi Peluang, Program AURA BRI Peduli Perkuat Kapasitas Usaha Kelompok Usaha Wanita di Bogor

“Kami memberikan prioritas utama bagi komoditas pangan asli daerah untuk menjaga stabilitas ekonomi kerakyatan. Serapan beras ke perumda itu rata-rata sebulan mencapai 270-300 ton,” jelasnya.

Untuk saat ini, Perumda dikatakan Pasek Darma memang hanya menyerap hasil panen berupa beras yang sudah melalui proses penggilingan.

“Kondisi ini terjadi karena kami belum memiliki infrastruktur pengolahan mandiri yang memadai. Jika nanti mesin MRU sudah ada, maka kami bisa menyerap gabah dari petani,” ungkapnya.

Baca Juga: “Fragments of Memory” Prof. Wayan Karja Ajak Publik Membaca Jejak Budaya Melalui Material yang Terlupakan

Dilanjutkan Pasek Darma, beras ini diserap dari lahan pertanian yang ada di 10 kecamatan di Kabupaten Tabanan, selanjutnya ini disalurkan ke berbagai sektor bisnis yang ada di seluruh Bali maupun luar Bali.

Adapun cakupan distribusi beras asal Kabupaten Tabanan, antara lain, di sektor pariwisata seperti hotel dan restoran, jaringan toko modern, hingga pemenuhan kebutuhan pokok bagi kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca Juga: Sanggar Naya Art, Wajah Kreativitas Batubulan yang Mengharumkan Gianyar di Panggung PKB XLVIII

“Selain untuk sektor komersial, beras hasil petani lokal ini juga dialokasikan untuk menyokong program prioritas pemerintah lainnya, salah satunya adalah ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG),” lanjutnya.

Program penyerapan ini merupakan bagian integral dari kebijakan terpadu yang digulirkan Pemerintah Tabanan dari sektor hulu hingga hilir.

Sebelum memasuki fase penyerapan hasil panen, pemerintah melalui Dinas Pertanian telah memberikan bantuan puluhan ton benih padi kepada kelompok subak yang mengelola ratusan hektare lahan pertanian di Tabanan. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#Perumda Sanjayaning Singasana #beras petani #tabanan