DENPASAR, BALI EXPRESS- Sejak sepekan lalu, tabung oksigen di toko alkes di Bali tercatat mengalami peningkatan penjualan. Bahkan di salah satu toko alkes terbesar di Denpasar, sudah kehabisan tabung oksigen. Namun demikian, pihak toko alkes mengajak masyarakat untuk tenang karena stok oksigen di Bali masih aman.
CEO Sanidata Group Tri Kartono Andries Selasa (6/7) mengatakan untuk menghindari terjadinya transaksi ilegal atau diperjualbelikannya kembali tabung oksigen dari Bali ke Pulau Jawa, pihaknya melakukan pencatatan KTP konsumennya. "Kami sengaja melakukan pencatatan untuk menghindari diperjualbelikan kembali tabung oksigen dengan cara ilegal," jelasnya.
Untuk seorang konsumen, Tri menyebutkan hanya bisa membeli satu set tabung oksigen lengkap dengan ventilatornya dengan harga Rp 1,5 juta. Selain pencatatan KTP Tri juga mewajibkan konsumennya untuk mengisi formulir jika pembelian tersebut dipergunakan untuk keperluan keluar lansia atau yang sedang menderita penyakit yang memerlukan oksigen.
Terkait pasokan oksigen, Tri mengatakan sampai saat ini pasokan oksigen baik di toko alkes atauoun di rumah sakit masih tetap aman. "Untuk di Bali tidak perlu aksi panic buying, karena kemamouan rumah sakit untuk merawat pasien masih memadai, selain itu stok oksigen di rumah sakit masih cukup hingga akhir tahun," lanjutnya.
Hal ini dikatakannya karena pasokan oksigen di rumah sakit dari pihak vendor yang ditunjuk oleh rumah sakit masih tetap lancar. Sehingga masyarakat diharapkan Tri untuk tetap tenang dan tidak membeli tabung oksigen secara berlebihan.
Terkait stok oksigen di rumah sakit, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Sanglah, Dr. dr. Ketut Ariawati, Sp.A (K) mengatakan hingga saat ini, ketersediaan oksigen di RSUP Sanglah masih aman. "Kalauoun ada oeningkatan penggunaan, kami sudah prediksi, sehingga stoknya tetap aman," ungkapnya.
Editor : Nyoman Suarna