RIKA RIYANTI, Gianyar
HAL ini lantaran tanaman hias yang masuk golongan keladi-keladian ini memiliki warna yang unik dan mudah dikembangkan. Sehingga banyak diminati orang dan dijadikan ladang bisnis bagi segelintir orang. Salah satunya, oleh Nyoman Budiarsana, 35.
Menurut Budiarsana, keladi jenis Colocasia memiliki banyak turunan jenisnya. Hanya saja, ia mulai mengembangbiakkan sekitar 10 jenis. Selain Colocasia, dengan memanfaatkan sisa halaman rumahnya, ia membudidayakan jenis Alocasia, dan Caladium. Diantaranya seperti midori sour, mojito, pharaoh mask, white lava, lemonade, black coral, black magic, dan lainnya.
“Harga jual tergantung jenisnya dan tergantung ukuran. Ada yang Rp 100 ribu, Rp 200 ribu, sampai yang jutaan juga ada. Kalau dulu masih jenis white lava itu sempat saya jual Rp 2 juta. Di sini yang paling mahal Rp 10 juta itu Colocasia hybrid pharaoh mask,” katanya saat ditemui di kediamannya, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Jumat (7/1).
Tanaman-tanaman hias ini, biasanya ia jual ke teman-temannya. Ia pula mengirim ke pembeli asal Jakarta, Malang, dan wilayah lain. Biasanya, teman-temannya membeli tanaman hias darinya dan dikirim ke luar negeri. “Saya nyuplai juga, ke Thailand, Vietnam,” kata dia.
Untuk penjualannya sendiri, terkadang, ungkap dia, tak selalu dalam sebulan ada pembeli. Hal ini tergantung tanaman hias mana yang tengah tren. Namun, jika tren sedang bagus, ia bisa menjual 10 sampai 20 pot dalam sebulannya.
Budiarsana menyebutkan, yang membuat tanaman hias ini mahal karena bentuk dan tampilan warnanya yang unik dan masih jarang orang punya. “Penyakitnya sedikit, jadi aman untuk kita kalau mau dikembangkan. Ditaruh kena matahari oke, agak teduh juga tidak masalah,” ucapnya.
Di tahun 2022, ia memprediksi, jenis pharaoh mask akan semakin booming. Jenis ini memiliki model daun yang lebar, dengan tepian mengarah ke batang. Warna hijau pada daun dengan tulang-tulang yang menonjol berwarna gelap, dan batang berwarna cokelat tua semakin terlihat sangat unik. Di tempat lain, tanaman hias jenis ini bisa seharga Rp 20 juta.
“Jenis ini memang unik dan jarang yang punya, yang kecil-kecil, kita biasanya inden dari petani, kadang Rp 7 juta anaknya, masih nempel induk, nanti dipotong, yang gede-gede bisa sampai Rp 20 juta,” katanya. Editor : I Putu Suyatra