Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Viral, Bayu Nge-DJ di Atas Sepeda Gayung, Rakitannya Telan Rp 60 Juta

I Putu Suyatra • Jumat, 19 Agustus 2022 | 04:14 WIB
VIRAL: Konten Kreator I Gede Bayu Ratama Wisnawa saat membawakan DJ on The Bike berkeliling. (istimewa)
VIRAL: Konten Kreator I Gede Bayu Ratama Wisnawa saat membawakan DJ on The Bike berkeliling. (istimewa)
Di masa pandemi, banyak ide-ide kreatif baru yang muncul. Salah satunya, jika biasanya seorang Disc Jockey (DJ) bermain musik di atas panggung, DJ satu ini memainkan piringan hitamnya di atas sepeda gayung.

NI KADEK RIKA RIYANTI, Denpasar

BERNAMA panggung DJ Ratezy, Konten Kreator I Gede Bayu Ratama Wisnawa, 28, menggagas DJ on the bike (DJ di atas sepeda) lantaran terinspirasi dari seorang DJ on the bike asal London, Inggris, Dom Whiting. Dirinya viral, setelah sejumlah akun instagram mengunggah video dirinya dan rombongannya melakukan tur DJ on the bike saat mengisi acara PICA Fest beberapa waktu lalu.

Bayu menceritakan, awal mula ia menggarap DJ on the bike ini lantaran di saat pandemi, ia dan rekannya memutuskan merambah youtube untuk mencari pendapatan lain. Dirinya dan timnya, membuka channel youtube bernama KHE! Entertainment dengan konten-konten seperti podcast, musik, masak-masak hingga games. Ide-ide menarik terus digalinya, hingga bertemu dengan konten DJ on the bike, Dom Whiting.

“Mulanya saya memang seorang DJ dari tahun 2014. Project ini tahun lalu, bermula dari event kami, Party Anak Banjar. Tapi karena ada PPKM Darurat, DJ on the bike ini mangkrak,” kata laki-laki asli Singaraja ini saat ditemui Kamis (18/8).

Kemudian pada 2022 ini, DJ on the bike kembali aktif. Bahkan, ia diundang untuk mengisi acara di PICA Fest. “Event pertama rute kita start dari Jalan Sumatera, ke Puputan Badung, Renon, lalu muter balik lagi ke Jalan Sumatera,” terangnya.

Bentukan dari DJ on the bike ini, nyaris seperti becak dengan tiga roda. Papan DJnya, terletak di atas sepeda gayung. Untuk merakit DJ on the bike ini, menurut Bayu, menghabiskan waktu kurang dari dua minggu. Biayanya pun tidak main-main, dirinya harus merogoh kocek sedalam Rp 50 juta sampai Rp 60 juta. “Alat-alatnya kita terinspirasi dari DJ on the bike itu, Dom Withing. Kebetulan kita ada tim engineering, kita serahin foto, dibuatkan, lalu jadi,” ungkap laki-laki yang menjabat sebagai Wakil Direktur di KHE! Entertainment ini.

Dalam menjalankan DJ on the bike ini, diakui Bayu, tidak terlalu kesulitan. Namun ia menilai, bagi orang yang belum terbiasa, mungkin terganggu dikeseimbangan. Sebab, sepedanya memiliki berat 50 kilogram, dan ia harus bermain musik sambil mengolah sepedanya. “Lumayan ngos-ngosan kalau jalannya ada naikan sedikit, kalau datar tidak sih. Kalau ada naikan itu biasanya dibantu dorong. Jadi keseruannya itu di situ,” katanya.

Diakuinya, DJ on the bike ini pertama kali di Indonesia. Dalam permainannya, ia mengangkat genre drum and base. Biasanya, dalam turnya, ia ditemani komunitas sepeda Bali Twenty Sixth Paradise dan studio sepeda Fiet Culture dengan total sekitar 30 pesepeda. Tur DJ on the bike rutin digelarnya setiap dua minggu sekali di hari Minggu.

“Biasanya rute kita menghabiskan waktu sejam, itu ada sekitar 20 sampai 30 lagu dimainkan, kita mainkan lagu dari DJ lain. Pernah kita main sampai dua jam, rutenya dari Kuta, ke Beachwalk, lalu muter lagi sampai Seminyak, lalu balik lagi ke Kuta,” jelasnya.

Hingga saat ini, General Manager Amira Group ini, masih bermain DJ di luar DJ on the bike sendiri. Namun, ia lebih fokus sebagai music director. Sebelumnya di tahun 2016, ia nge-DJ di Doom Kitchen and Bar, Canggu.

Setelah dirinya viral, ia mengaku, banyak menerima undangan mengisi acara. Meski begitu, ia tetap rendah hati. Tarifnya sebagai DJ on the bike untuk mengisi acara pun masih terbilang rendah, yakni mulai dari Rp 2,5 juta. “Ini tergantung durasi, tapi kalau sambil sepedaan tergantung rute. Saya lebih suka yang main DJ sambil sepedaan, sih,” katanya.

Menariknya, ia justru baru mulai menyukai bersepeda sejak bermain sebagai DJ on the bike ini. Ditambah pula, ia ‘latah’ lantaran saat pandemi, hobi sepeda kian hits.

Hingga saat ini, kata dia, respon masyarakat cukup positif. Setelah viral ini, dalam waktu dekat ia berencana untuk kembali mengadakan tur DJ on the bike ini. “Tujuannya masih di Denpasar dulu, karena Badung masih agak macet, tapi suasana Badung itu enak,” tutupnya.
Photo
Photo
Editor : I Putu Suyatra
#dj #DJ on the bike #DJ Ratezy