SINGARAJA, BALI EXPRESS - Di sepanjang pantai Bali Utara, lamun banyak dijumpai di laut dangkal.
Akan tetapi keberadaan lamun di Bali jarang dilirik. Padahal lamun merupakan salah satu tumbuhan laut yan juga berperan penting bagi keberlangsungan ekosistem laut.
Salah satu fungsi lamun adalah makanan bagi hewan laut seperti penyu, ikan hingga ikan duyung atau dugong.
Saat ini Lamun mulai menjadi bagian dari kegiatan konservasi ekosistem laut yang dilakukan di kawasan pantai Penimbangan, Buleleng Bali.
Padang lamun sendiri merupakan tumbuhan berbunga yang tumbuh di dalam lingkungan laut dangkal.
Konservasi digerakkan oleh Kelompok Masyarakat Pengawas (KMP) Penimbangan Lestari di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng.
Sebanyak 27 masyarakat yang tergabung dalam KMP Penimbangan Lestari bergotong royong melakukan konservasi. KMP Penimbangan Lestari yang digawangi Gede Wiadnyana mengambangkan Alat Bantu Transplatasi Lamun Organik atau Abtralo.
Abtralo sendiri merupakan struktur buatan untuk membantu pertumbuhan awal padang lamun.
Struktur abtralo terbuat dari campuran pasir dan semen yang berbentuk segi enam.
Diameternya sekitar 100 cm dan tinggi 8 cm.
Alat bantu ini kemudian ditenggelamkan dan diletakkan di atas pasir. Dalam rongga abtralo diisi kerikil serta pupuk organik kemudian ditanami bibit lamun.
"Lamun adalah sumber makanan untuk penyu. Berfungsi juga untuk sirkulasi limbah dari sungai. Dari dulu lamun itu sudah ada tapi tidak terlalu diperhatikan karena kurangnya pemahaman. Saat ini kami bersama Pokmaswas melestarikan padang lamun, sebab di pantai ini juga menjadi habitat penyu," terang Gede Wiadnyana, Ketua KMP Penimbangan Lestari, Senin (14/8) siang.
Kawasan Pantai Penimbangan juga sangat ideal untuk konservasi lamun.
Saat ini sebanyak 30 klaster abtralo telah ditenggelamkan. Satu klaster terdiri dari 6 struktur.
Artinya baru 180 buah abtralo. Dibutuhkan sekitar 100 klaster lagi agar dapat mencapai 20 hektare tutupan padang lamun.
Dalam pemantauan satu tahun terakhir, abtralo mampu mendorong pertumbuhan lamun jenis Halophila Ovalis. Lamun jenis ini memiliki karakter daun yang lonjong dan tumbuh merambat.
"Memang gaung dari konservasi lamun ini tidak seperti mangrove. Tapi keunggulan lamun mereka dapat berkembang lebih banyak tanpa syarat khusus," terang Akademisi Kelautan, Iwan Setiabudi.
Keberadaan lamun juga dapat membantu menyerap polusi karbon yang masuk ke laut. Lamun menjadi partner terbaik dalam ekosistem terumbu karang untuk menjaga kemurnian laut.
"Dari hasil penelitian Pantai Penimbangan mampu menyerap 3 ton karbon dari udara," imbuhnya.
Dengan pontensi manfaat ini, Buleleng mempunyai pontensi besar dalam gerakan Blue Karbon. Penyerapan karbon melalui ekosistem pesisir dengan memperluas tutupan lamun disepanjang pesisir pantai Buleleng yang mecapai ratusan kilometer.
"Sekarang negara, terus mewacanakan tentan Blue Carbon. Sampai-sampai mendadak mangrove. Tidak harus dengan mangrove, karena mangrove cuma bisa tumbuh di beberapa tempat di Buleleng. Sedangkan Lamun bisa tumbuh di hampir semua perairan dangkal Buleleng. Jika dibandingkan secara luasan hutan manggrove dengan luasan padang lamun, sedangkan karbonnya sebelas dua belaslah antara mangrove dan Lamun. Jadi Buleleng seharusnya memperbanyak padang lamunnya juga," paparnya.
Dari data yang dihimpun, saat ini emisi karbondioksida perkapita mencapai 2,18 Metrik Ton. Serapan karbon oleh lamun sebanyak 0,6%.
Dengan jumlah penduduk Buleleng yang lebih dari 700 ribu jiwa, total karbon yang dihasilkan mencapai, 1,5 juta Mt CO2/tahun atau 24 ton/Ha/tahun.
Luas padang lamun di Buleleng saat ini, 525 hektare, artinya serapan karbon yang dapat dilakukan oleh lamun mencapai 12.600 Ton/Tahun.
"Dengan meningkatkan luas tutupan lamun di pesisir Buleleng, akan meningkatkan serapan karbon emisi. Ditambah dengan hutan tropis yang ada di Buleleng, sangat mungkin Buleleng akan menjadi Kabupaten dengan udara terbersih di Bali," tambahnya.
Lamun merupakan tumbuhan berbiji satu, yang mempunyai akar, rimpang, daun, bunga dan buah seperti halnya dengan tumbuhan berpembuluh yang tumbuh di darat. Lamun sangat berbeda dengan rumput laut.
Lamun ini merupakan satu-satunya tumbuhan berbunga yang dapat hidup di laut.
Bila dipandang sekilas, lamun tumbuhan yang tidak menarik. Berbeda dengan terumbu karang yang berwarna-warni dan dihuni banyak ikan.
Akan tetapi bila ditelisik padang lamun ini memiliki manfaat yang besar bagi laut.
Editor : I Putu Suyatra