Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengenal Tokoh PDIP ; Rumahnya Pernah Jadi Tempat Bermalam Megawati, Disebut Macan Berag dari Ped

I Dewa Gede Rastana • Jumat, 6 Oktober 2023 | 18:17 WIB
SEPUH : Si Wayan Pedoman saat menceritakan pengalamannya ketika Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menginap dirumahnya.
SEPUH : Si Wayan Pedoman saat menceritakan pengalamannya ketika Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menginap dirumahnya.

 

NUSA PENIDA, BALI EXPRESS – Rumahnya sederhana. Tak ada yang berbeda dengan rumah-rumah warga lainnya di Banjar Bodong, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali.


Namun siapa sangka, jika rumah sederhana itu dulunya pernah dikunjungi dan jadi tempat bermalam Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

 

 


Pemilik rumah itu adalah Si Wayan Pedoman, 85. Usianya sudah senja namun semangatnya masih bergelora menceritakan bagaimana bahagianya ia kala itu.

 


“Bu Mega menginap disini itu tahun 1997-1998-an. Saya tidak terlalu mengerti saat itu, karena mendadak. Bu Mega datang bersama Tjok Anom Putra (mantan Bupati zaman kolonial),” ujarnya Jumat (6/10).

 

 


Sambil meneteskan air mata haru, Pedoman kembali melanjutkan cerita. Ketika Megawati datang ke rumahnya kala itu, ia sebenarnya sangat malu karena kamar berukuran 4 x 3 meter itu baru selesa dibangun. Disamping itu kamar mandi miliknya juga belum dialiri air.
“Jadi waktu itu kami minta maaf kondisi rumah saya seperti ini,” imbuhnya sembari menunjukkan kamar tersebut didampingi sang istri, Ayu Karcita, 85.

 


Namun ia lupa mengenai apa saja yang diperbincangkan bersama Megawati kala itu. Yang dia ingat hanya ketika itu rumahnya mendadak ramai, tak hanya rombongan Megawati Soekarnoputri namun juga petugas kepolisian.

 


“Intel banyak, lalu ketua-ketua PDIP di Bali, ada Pak Sutena, ada juga Cok Ratmadi,” ujarnya mencoba mengingat.

 

 

Istri Si Wayan Pedoman menunjukkan kamar yang dulu pernah jadi tempat menginap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Istri Si Wayan Pedoman menunjukkan kamar yang dulu pernah jadi tempat menginap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.


Setelah beristirahat sebentar, Megawati kemudian melakukan persembahyangan ke Pura Penataran Ped. Usai bersembahyang, Megawati lantas bermalam di rumah Pedoman. Namun sebelum itu Megawati bersama rombongan terlebih dulu menikmati makan malam di Bale Gede (gedong) miliknya dengan suguhan Jukut Ares dan Ayam.

 


Selain bersembahyang ke Pura Penataran Ped, Megawati juga sembahyang ke Pura Puncak Mundi disopiri oleh anak Pedoman nomor tiga.

 


“Menginapnya satu malam saja,” sambungnya sembari menyebutkan jika Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto juga pernah berkunjung ke rumahnya setelah Megawati.

 

Kini kamar tersebut ditempati oleh anak dan cucunya. Ketokohannya di PDIP pun membuat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang kala itu akan maju untuk periode kedua, datang untuk memohon dukungan kepada Pedoman.


Sementara itu, Si Nyoman Karyawan, 50, putra ke-7 dari Wayan Pedoman menuturkan jika darah PDIP memang mengalir pada keluarganya. Jika berbicara soal ketokohan PDIP, sang ayah adalah salah satunya.

 


“Ayah saya memang asli tokoh PDIP, lebih dikenal dengan sebutan ‘Macan Berag dari Ped’. Kalau soal ketokohan kami pastikan, tidak bisa dibantahkan itu. Mungkin bisa ditanyakan kepada tokoh-tokoh PDIP yang usianya 80 tahun keatas, kalau yang muda-muda mungkin tidak begitu tahu,” tegasnya.

 


Lebih lanjut ia menceritakan jika sang kakak sempat memiliki karir politik di DPRD Kabupaten Klungkung. Namun hanya satu periode. “Begitu periode kedua nomor urutnya timbul-tenggelam akhirnya dapat nomor buncit, memang tetap dapat suara tapi tidak cukup waktu itu. Tapi tidak masalah karena hati dan jiwa kami tetap PDIP,” paparnya.

 

 

 

Kendatipun PDIP tulen, pihaknya tidak mau terlalu mengekspose keluarganya dalam politik. Padahal ketokohan sang ayah di PDIP tidak perlu diragukan lagi. “Apalagi pas zaman orde baru, tapi astungkara berkat kebesaran kuasa Ida Sesuunan Pura Penataran Ped kita bisa melewati itu semua,” sebutnya.

 


Dan jelang tahun politik 2024, sebagai salah seorang anak tokoh PDIP, pria yang merupakan Ketua LPD Desa Adat Ped sangat berharap tokoh-tokoh masyarakat tidak hanya yang berasal dari PDIP yang duduk di kursi parlemen baik ditingkat Kabupaten hingga Pusat untuk dapat benar-benar Ngayah.

 

Baca Juga: Diikuti 111 Sawa, Desa Adat Legian Gelar Ngaben Masal


“Tokoh-tokoh masyarakat yang sudah dipercaya masyarakat terutama dari PDIP agar bisa benar-benar Ngayah menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat,” harapnya.
Sebab selama hampir 6 tahun menetap di Nusa Penida, ia melihat infrastruktur di Nusa Penida masih jauh dibandingkan di daratan.

 


“Apalagi Nusa Penida itu merupakan destinasi pariwisata, jadi yang kita harapkan tokoh-tokoh ini bisa melihat Nusa Penida agar jangan sampai kemajuan ini hanya seumur jagung, harus bisa dinikmati jangka panjang. Dan tugas wakil rakyat untuk menyadarkan masyarakat, memberikan pemahaman sekaligus memperjuangkan hal-hal apa yang perlu diperbaiki di Nusa Penida. Jalan, air, rambu lalu lintas, pasar umum itu perlu dikaji kembali,” beber Karyawan.

 


Dan yang terpenting menurutnya adalah harus berani mengambil sikap tegas. Yang mana yang perlu ditata, yang mana perlu diprioritaskan itu harus benar-benar diperhatikan untuk kepentingan umum. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#tokoh pdip #megawati soekarnoputri #wakil rakyat #nusa penida #menginap