BALI EXPRESS- Sebuah kebanggaan mengetahui bahwa ternyata banyak sosok asal Indonesia yang membanggakan nama bangsa dengan prestasinya di kancah internasional. Salah satunya Griselda Sastrawinata-Lemay
Griselda Sastrawinata adalah salah satu animator asal Indonesia yang terlibat aktif dalam pembuatan berbagai film animasi Walt Disney.
Dilansir dari JawaPos.com, dalam rangka Walt Disney merayakan hari jadi yang ke-100, Walt Disney Animation Studios merilis animasi terbarunya, Wish, bulan ini. Griselda Sastrawinata terlibat dalam pembuatan film ini.
Film animasi yang disutradarai oleh Fawn Veerasunthorn dan Chris Buck itu sekaligus bentuk surat cinta para fans dan para pekerja seni untuk Disney atas segala dongeng dan keajaiban selama 100 tahun.
Film animasi terbaru Disney yang menggabungkan teknik animasi dua dimensi, tiga dimensi, dan pewarnaan ala cat air itu, melibatkan seorang animator Indonesia.
Sosok Griselda Sastrawinata-Lemay terlibat dalam pembuatan film animasi ini dengan tugas sebagai associate production designer.
Selain Wish, perempuan kelahiran tahun 1982 itu sebelumnya juga terlibat di proyek film animasi Moana, Frozen 2, Raya and The Last Dragon, dan Encanto.
Dalam film animasi Disney yang terbaru ini, Griselda bertugas dalam mendesain kostum, terutama untuk karakter utamanya.
Griselda Sastrawinata juga menyiapkan panduan desain atau gaya busana yang nantinya akan digunakan oleh tim desain kostum dan karakter.
Griselda mengungkap bahwa dirinya bertugas dalam pembuatan kostum karakter Asha, Raja Magnifico, Ratu Amaya (Angelique Abral), Valentino si kambing (Alan Tudyk), dan kumis yang dipakai karakter Star.
Perempuan itu juga mendesain beberapa karakter teman Asha serta rakyat atau crowd.
Semua desain merupakan hasil riset tim selama pandemi tentang kawasan Semenanjung Iberian (latar cerita Wish) yang dibantu Profesor Dr. Aomar Boum.
Selain itu, animator asal Jakarta itu juga berkolaborasi dengan tim lainnya untuk membuat animasi dari desain dua dimensi dan teknik pewarnaan ala cat air.
Dalam wawancaranya bersama tim Jawa Pos Oktober 2023 lalu, Griselda Sastrawinata menyebutkan bahwa animasi ini merupakan penggabungan teknologi animasi lama dan baru.
Terdapat penggabungan dari dua dimensi, tiga dimensi atau CGI, serta warna yang mirip cat air. Karena Wish adalah film perayaan 100 tahun Disney, mereka ingin mengingat masa-masa awal studio ini membuat animasi dengan teknik dua dimensi.
Meskipun demikian, tetap diberikan sentuhan tambahan dengan teknologi baru agar terlihat lebih modern.
Ia juga mengungkap bahwa di dalam film animasi Wish akan terdapat unsur-unsur yang terinspirasi dari film klasik Disney seperti Snow White, Pinocchio, dan Cinderella.
"Bisa dibilang, film ini butuh 100 tahun untuk muncul, hahaha," imbuh Griselda dalam kesempatan bincang-bincang dengan tim JawaPos.com.
Meskipun merasa senang, selama proses pengerjaan, Griselda juga merasa tertantang.
"Sejujurnya, mendesain rambut Asha dan jubah Raja Magnifico cukup sulit, hahaha. Begitu pula saat saya mendesain Valentino si kambing. Ia hidup sangat lama dan kostum yang dikenakannya sering berubah," ungkapnya.
Selain itu, Ia mengaku bahwa setiap kali ada perubahan jalan cerita, departemen art harus menyesuaikan ulang desain produksinya dan harus memiliki ide dasar yang bisa menyesuaikan desain karakter.
Meskipun berbagai tantangan yang harus dia hadapi selama pembuatan film animasi terbaru Disney ini, Griselda merasa senang dan bangga.
Terutama saat berada di Indonesia negara asalnya, dia bisa berbagi segala hal mengenai proyek luar biasa ini dengan orang Indonesia. (*)
Editor : I Made Mertawan