Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengenal Lebih Dekat Bali Pet Burial Cremation, Tempat Kremasi Hewan di Tabanan Bali

IGA Kusuma Yoni • Sabtu, 2 Desember 2023 | 15:28 WIB
Aktivitas kremasi hewan di Bali Pet Burial Cremation Tabanan, Bali.
Aktivitas kremasi hewan di Bali Pet Burial Cremation Tabanan, Bali.

TABANAN, BALI EXPRESS- Meski belum merupakan hal yang umum untuk melakukan upacara kremasi hewan seperti anjing dan kucing, namun di beberapa tempat di Bali ternyata sudah ada lokasi untuk melakukan kremasi untuk anak berbulu atau anabul yang sudah mati ini. 

Salah satu tempat kremasi hewan di Bali adalah Bali Pet Burial Cremation di Kabupaten Tabanan

Tempat kreamasi hewan ini milik Made Darsana. Lantas apa saja layanan yang disediakan di sana?

Baca Juga: Tanah Longsor di Bangli Bali Tewaskan Pasangan Suami Istri, Begini Kronologinya

Ketika ditemui di Desa Bunutin, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Darsana menjelaskan Bali Pet Burial Cremation ini merupakan solusi bagi pemilik anabul yang kebingungan ketika hewan peliharaannya mati dan tidak ada lokasi untuk menguburkannya.

"Awal dibukanya kremasi hewan ini juga karena pandemi Covid-19. Ini berawal dari mertua saya yang dimintai tolong untuk mengkremasi anjing, dari sana saya berpikir untuk membuka usaha kremasi hewan ini," jelas Darsana.

Apalagi diakuinya saat itu, masih masa pandemi dan Darsana yang bekerja di bidang transportasi pun terkena imbas pandemi sehingga membuat pendapatannya berkurang, sehingga usaha kremasi ini dikatakannya bisa menjadi usaha yang bisa dikembangkan.

Awal dibuka, Darsana mencari pelanggan langsung ke lapangan dengan promosi ke klinik-klinik hewan hingga akhirnya Bali Vet Burial Cremation dikenal dan saat ini melayani kremasi untuk hewan setidaknya 2-5 ekor sehari. 

Lantas apa saja layanan yang didapat oleh pelanggan dari jasa kremasi ini? Untuk layanan yang diberikan disebutkan Darsana, disesuaikan dengan permintaan dari pemilik anabul.

Permintaan pemilik beragam, ada yang hanya minta dimandikan saja, biasanya untuk pemilik anabul beragama Islam atau Kristen. 

Sementara yang Hindu biasanya ada yang minta dilengkapi dengan banten atau sarana permohonan seperti daksina, pejati maupun kwangen.

"Untuk layanan yang kami berikan, itu tergantung permintaan pemilik anabul. Jika tidak mau pakai banten, biasanya langsung dimandikan kemudian dikremasi," lanjutnya.

Untuk biaya, Darsana tidak mematok harga untuk layanan kremasi hewan tetapi diserahkan kembali oleh pemilik anabul.

"Seikhlasnya para pemilik anabul saja, sebab, tidak semua pemilik anabul itu mampu. Jadi kami tidak menetapkan tarif," lanjutnya.

Dengan tidak menetapkan tarif kremasi dan menyerahkan sepenuhnya dari keikhlasan pemilik anabul, Darsana mengaku tidak pernah merasa rugi, karena pada prinsipnya melakukan aktivitas ini dengan tujuan beryadnya (menolong dengan ikhlas).

Karena menurutnya, ada juga pemilik anabul yang tidak mampu membayar mahal, namun ingin memberikan fasilitas yang baik untuk peliharaannya. 

Selain itu ia juga membantu mencegah pencemaran lingkungan dari anabul yang dibuang sembarangan oleh pemiliknya karena bingung mau dikuburkan di mana.

Untuk di Bali Pet Cremation, selain kremasi juga ada layanan penguburan anabul dan memang disediakan lahan untuk penguburan ini. 

Namun untuk layanan penguburan ini tidak banyak karena saat ini lebih banyak yang memilih kremasi.

Setelah menjalani kremasi, abu para anabul ini ada yang dibawa pulang oleh pemiliknya tetapi khusus untuk pemilik yang beragama Hindu biasanya abunya dihanyutkan ke laut. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #kremasi hewan #tabanan