Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemuda Bali Ciptakan Animasi Berkualitas Internasional dari Studio Sederhana, Terinspirasi dari Hari Raya Galungan

I Putu Suyatra • Minggu, 29 September 2024 | 14:36 WIB
Ida Bagus Ista Krisna saat ditemui di studio animasinya. (Foto Marsellus Pampur.)
Ida Bagus Ista Krisna saat ditemui di studio animasinya. (Foto Marsellus Pampur.)

BALIEXPRESS.ID - Kemampuan anak muda Bali dalam dunia animasi semakin membuktikan kelasnya. Salah satu talenta yang patut diperhitungkan adalah Ida Bagus Ista Krisna, seorang pemuda berusia 22 tahun yang masih duduk di bangku kuliah.

Di tengah keterbatasan fasilitas, Krisna berhasil menciptakan sebuah karya animasi berjudul Made The Lost Spirit, yang kini tengah mencuri perhatian di media sosial.

Film animasi ini terinspirasi dari tradisi Hari Raya Galungan, menceritakan perjuangan seorang anak bernama Made untuk menyelamatkan desanya yang hancur oleh makhluk Kala, sosok mistis dari mitologi Bali.

Untuk memulihkan desanya, Made berusaha menyatukan kembali komponen Penjor yang hilang, dibantu oleh roh baik berupa Barong bernama Dharma.

Teaser berdurasi dua menit dari Made The Lost Spirit telah dirilis di media sosial dan mendapatkan banyak respons positif.

Rencananya, karya animasi ini akan dibuat dalam format serial dengan 16 episode, serta sebuah film layar lebar yang siap diputar di bioskop.

Meskipun demikian, Krisna dan timnya hingga kini masih berjuang mencari sponsor untuk mendukung produksi film tersebut.

“Saat ini kami masih mencari investor untuk membiayai pengerjaan film dan episode serialnya. Sejauh ini, beberapa pihak sudah menunjukkan ketertarikan, tetapi belum ada yang berkomitmen penuh,” ungkap Krisna saat ditemui di studio animasinya di Denpasar.

Uniknya, meskipun studio yang digunakan oleh Krisna dan tim jauh dari kata memadai, kualitas animasi yang mereka hasilkan tidak kalah dengan karya-karya animasi produksi studio besar di Amerika atau Eropa.

Pengalaman Krisna yang sempat bekerja di Brown Bag Films, studio animasi berbasis di Toronto dengan cabang di Bali, menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi kemampuannya.

Di sana, Krisna terlibat dalam pembuatan film animasi yang tayang di Netflix, sebuah pengalaman berharga yang turut membentuk skill dan wawasan animasinya.

Sebelum bergabung dengan Brown Bag Films, Krisna menempuh pendidikan di SMK Rus, Kudus, Jawa Tengah, yang fokus pada pelajaran animasi.

Kini, bersama belasan rekannya sesama mahasiswa dari Institut Desain dan Bisnis Bali, Krisna terus menggarap Made The Lost Spirit meski dengan keterbatasan.

“Kami di studio ada beberapa teman-teman magang dan mahasiswa yang ikut membantu. Dengan fasilitas yang ada, saya berusaha semampu mungkin mencicil pengerjaan karakter dan filmnya,” jelasnya.

Antusiasme masyarakat terhadap karya ini memberikan harapan besar bagi Krisna dan timnya. Mimpi mereka adalah melihat Made The Lost Spirit terwujud dalam bentuk serial dan film layar lebar yang tidak hanya mengangkat kearifan lokal Bali, tetapi juga menempatkannya di panggung animasi dunia.

Akankah mereka menemukan investor yang siap mendukung perjalanan mereka? Hanya waktu yang bisa menjawab. ***

Editor : I Putu Suyatra
#bali #penjor #investor #bioskop #netflix #animasi #ida bagus ista krisna #galungan #barong #studio