Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Yayasan Cahaya Impian Masa Depan, Harapan Baru Untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Dian Suryantini • Selasa, 15 Oktober 2024 | 20:12 WIB

Anak-anak berkebutuhan khusus yang beraktivitas di Yayasan CIMD, Buleleng
Anak-anak berkebutuhan khusus yang beraktivitas di Yayasan CIMD, Buleleng

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Anak-anak berkebutuhan khusus adalah anak yang istimewa. Mereka membutuhkan treatment yang berbeda dari anak normal lainnya. Dibutuhkan kehati-hatian serta ketelitian dalam merawat serta berkomunikasi dengan anak-anak tersebut. Yayasan Cahaya Impian Masa Depan (CIMD) memberikan pendampingan bagi anak-anak berkebutuhan khusus itu. Yayasan ini dibentuk oleh Luh Ayu Susila Dewi di Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Awalnya, yayasan yang ia dirikan untuk memfasilitasi anak-anak yang kesulitan mengakses pendidikan. Seiring waktu ia juga menemukan banyak anak-anak berkebutuhan khusus yang mesti diberi perhatian lebih. “Dari sinilah fokus kami bergeser,” ujar Luh Ayu, Selasa (15/10) siang.

Yayasan CIMD kini menyediakan layanan terapi seperti terapi okupasi, fisioterapi, dan terapi wicara, sambil menjalankan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) inklusif. Yang unik, PKBM ini menyatukan anak berkebutuhan khusus dengan anak-anak tipikal, menciptakan suasana belajar yang mendukung tumbuh kembang mereka bersama.

“Anak-anak yang dulunya tak bisa berkomunikasi, sekarang mulai berbicara. Ada yang sebelumnya sangat hiperaktif, kini bisa lebih fokus dan tenang. Ini bukti bahwa dengan pendekatan yang tepat, perubahan besar bisa terjadi,” tutur Luh Ayu penuh semangat.

Namun, perjalanan CIMD tidaklah mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah terbatasnya jumlah tenaga pengajar terlatih yang dapat menangani anak-anak berkebutuhan khusus. Saat ini, lebih dari 70 persen siswa di yayasan adalah anak berkebutuhan khusus, dan kekurangan tenaga pengajar terlatih menjadi kendala utama dalam menyediakan pendidikan yang optimal.

Selain terapi dan pendidikan, Yayasan CIMD juga mengelola Panti Asuhan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Anak Domba Bali, yang menjadi rumah bagi anak-anak yatim piatu tanpa keluarga. Dengan bantuan masyarakat dan dukungan dari donatur Corporate Social Responsibility (CSR), yayasan ini terus berkembang dan menekankan transparansi dalam pengelolaan dana serta kegiatan sosialnya.

Melangkah ke depan, CIMD memiliki rencana untuk menyediakan wadah kegiatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang telah menyelesaikan pendidikan di sana. “Kami ingin mereka tetap memiliki ruang untuk berkarya dan mengembangkan kemandirian setelah lulus,” tambah Luh Ayu. ***

 

 

Editor : Dian Suryantini
#Panji Anom #berkebutuhan khusus #yayasan