Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sosok I Nengah Mahardika yang Bikin Burung Jalak Bali yang Hampir Punah, Kini Hidup Bebas di 'Kampung Jalak Bali'

IGA Kusuma Yoni • Selasa, 24 Juni 2025 | 00:58 WIB

I Nengah Mahardika
I Nengah Mahardika

BALIEXPRESS.ID - Bayangkan, burung Jalak Bali yang beberapa tahun lalu masih berstatus dilindungi dan terancam punah, kini bisa Anda temui bebas berkeliaran di alam terbuka.

Fenomena menakjubkan ini terjadi di Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.

Bahkan, keberadaan burung ikonik ini telah menjadi daya tarik wisata baru yang mengundang decak kagum.

Baca Juga: Sosok Desi Martalina: Guru Bahasa Bali Viral yang Membuat Belajar Budaya Jadi Seru!

Penasaran bagaimana warga setempat berhasil mewujudkan keajaiban ini?

Dari Tradisi Lokal Menuju Destinasi Wisata Unggulan

Inisiatif luar biasa ini bermula dari kepedulian warga Banjar Tingkihkerep.

I Nengah Mahardika (37), Kelian Dinas Banjar Tingkihkerep, menjelaskan bahwa Kampung Jalak Bali yang dibentuk sejak tahun 2024 ini adalah upaya nyata mereka dalam melestarikan burung langka tersebut.

"Ide awal pembentukan Kampung Jalak Bali berawal dari tradisi tahunan warga yang melepaskan burung ke alam bebas setiap perayaan 17 Agustus," ungkap Mahardika.

Tradisi unik ini kemudian menarik perhatian seorang pelestari Jalak Bali, dan dari situlah bibit gagasan ini mulai tumbuh.

Baca Juga: Ngeri! Satu Keluarga Tewas di Jalur Ekstrem, Diduga Motor Alami Rem Blong: Begini Kejadiannya

Ledakan Populasi Jalak Bali: Dari 10 Pasang Menjadi 72 Ekor!

Pada awal pembentukan di tahun 2024, sebanyak 10 pasang burung Jalak Bali dilepasliarkan di Banjar Tingkihkerep.

Siapa sangka, berkat dedikasi dan lingkungan yang mendukung, populasi burung ini berkembang biak dengan pesat.

Saat ini, tercatat ada 72 ekor burung Jalak Bali yang hidup bebas dan sehat di sana!

Kehadiran Jalak Bali dalam jumlah yang signifikan ini menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.

Bahkan, sebuah kandang habituasi atau kandang penyesuaian telah dibangun untuk memastikan burung-burung ini beradaptasi dengan baik.

Wisata Edukasi Tanpa Tiket: Sebuah Mimpi Besar Menuju Desa Wisata

Mahardika menambahkan, sebagian besar wisatawan yang datang ke Kampung Jalak Bali mengetahui informasi ini dari media sosial.

"Untuk pengunjung yang datang ke kampung tersebut tidak dikenakan tiket masuk, hanya cukup memberikan donasi sukarela," jelasnya.

Meski demikian, Mahardika mengakui bahwa fasilitas pendukung seperti ruang informasi, pemandu wisata, toilet, dan lahan parkir masih perlu dioptimalkan.

Namun, dengan adanya Kampung Jalak Bali ini, impian besar telah terukir.

Ia berharap Banjar Tingkihkerep, yang terdiri dari 107 KK, bisa bertransformasi menjadi Desa Wisata unggulan di Kabupaten Tabanan, dengan Kampung Jalak Bali sebagai daya tarik utamanya.

Baca Juga: Sosok Luh Sri Drupadi: Gencar Sosialisasikan Konten Edukatif , Sasar Calon Pengantin lewat ‘Parasurama’

Keberhasilan Banjar Tingkihkerep ini bukan hanya tentang burung Jalak Bali, tetapi juga tentang semangat komunitas, pelestarian alam, dan potensi pariwisata berbasis konservasi.

Tertarik untuk melihat langsung keindahan Jalak Bali yang terbang bebas di habitat aslinya? Datang dan dukung inisiatif luar biasa di Kampung Jalak Bali! ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#I Nengah Mahardika #Jalak Bali #kabupaten tabanan #satwa