Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Masa Kelam Jadi Awal Kesuksesan Kadek Oka Geluti Bisnis Tanaman Hias

I Dewa Gede Rastana • Rabu, 2 Juli 2025 | 19:25 WIB

BISNIS : Kadek Oka, 35, warga Banjar Bale Agung, Desa Bumbungan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, yang menggeluti bisnis tanaman hias.
BISNIS : Kadek Oka, 35, warga Banjar Bale Agung, Desa Bumbungan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, yang menggeluti bisnis tanaman hias.

BALIEXPRESS.ID – Tak ada kisah hidup yang sia-sia bila dijalani dengan semangat dan tekad kuat. Itulah yang dialami Kadek Oka, 35, warga Banjar Bale Agung, Desa Bumbungan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Pengalaman hidup di balik jeruji besi justru mengantarkannya menemukan passion di dunia tanaman hias.


Kadek Oka mulai tertarik pada tanaman sejak 2017, tepat saat dirinya menjalani masa tahanan selama empat bulan di Lapas Klungkung. Di balik tembok penjara itulah, ia mengenal tanaman bonsai yang kemudian mengubah jalan hidupnya.


"Sejak kecil sebenarnya sudah tertarik pada tanaman, tapi benar-benar saya tekuni sejak 2017. Waktu itu lihat bonsai di dalam lapas, langsung jatuh hati," kisahnya, saat ditemui Rabu (2/7/2025).


Selepas bebas, ia mulai berburu tanaman bonsai di alam bebas. Tanaman-tanaman hasil dongkelan itu kemudian ia jual lewat media sosial. Karena permintaan tinggi, ia pun mempercepat langkah dengan membeli bibit dari luar daerah, seperti dari kawasan Baluran, Banyuwangi, khususnya jenis tanaman arabika dan pohon asem.


Usahanya pun berkembang pesat, terutama saat pandemi COVID-19 melanda pada 2019. Kala itu, banyak masyarakat kehilangan pekerjaan dan mulai mencari kegiatan alternatif, salah satunya bercocok tanam.


"Pas COVID itu permintaan naik. Banyak yang mulai berkebun, jadi penjualan bonsai seperti kimeng, soka, elegan, dan bugenvil meningkat pesat," ujar Kadek Oka.


Kini, usaha tanaman hias yang ditekuninya berdiri di atas lahan seluas 6 are. Modal awal ia kumpulkan dari hasil penjualan tanaman liar yang ia cari di alam. Dari situ, ia mampu membangun usaha mandiri dengan potensi omzet rata-rata Rp 20 juta per bulan.


Untuk tanaman bonsai jenis 'dollar', harganya berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta, tergantung ukuran yang bisa mencapai tinggi 1–3 meter. Sementara itu, ia juga menjual berbagai jenis tanaman hias lainnya, seperti rumput kucai (Rp 500 per biji), bromelia (mulai Rp 50 ribu per pohon), sikas (mulai Rp 100 ribu per pohon), hingga palem merah (mulai Rp 150 ribu hingga Rp 4 juta tergantung tinggi pohon).


Kadek Oka mengakui, dalam merintis usaha tanaman tentu ada suka duka. Salah satu tantangan terberat adalah risiko tanaman mati serta pembeli yang nge-bon, sehingga bisa mengakibatkan kerugian besar. Meski begitu, ia tetap semangat dan hanya dibantu satu orang karyawan untuk mengelola semua kebutuhan usaha.


"Dari hobi menjadi sumber penghasilan. Yang penting konsisten, sabar, dan terus belajar," pungkasnya. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#tanaman hias #omzet #bisnis #klungkung #bonsai #media sosial