BALIEXPRESS.ID – Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Kamis dini hari (3/7/2025) masih menyisakan duka dan misteri.
Kesaksian seorang penumpang selamat, Bejo Santoso, mengungkap detik-detik mengerikan yang terjadi begitu cepat, menambah daftar pertanyaan besar terkait insiden nahas ini.
Bejo Santoso, yang berhasil diselamatkan oleh nelayan di Pantai Pebuahan, Jembrana, menceritakan kengerian yang ia alami.
Menurutnya, kondisi kapal yang bocor parah tidak diketahui secara pasti hingga selepas tengah malam.
"Tidak ada lima menit, menurut saya. Kapal listriknya mati, terus tenggelam," ujarnya dengan nada pilu.
Kronologi Mengejutkan: Dari Bocor Hingga Blackout dalam Hitungan Menit
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat.
Sekitar pukul 00.16 WITA, saat KMP Tunu Pratama Jaya berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, terdengar permintaan tolong di channel 17 bahwa kapal mengalami kebocoran serius di bagian mesin.
Hanya berselang tiga menit, tepatnya pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout total.
Listrik padam di seluruh bagian kapal, menambah kepanikan penumpang yang sudah mengetahui adanya kebocoran.
Dan puncaknya, sekitar pukul 00.22 WITA, atau hanya dalam waktu enam menit sejak sinyal darurat pertama, KMP Tunu Pratama Jaya sudah terbalik dan hanyut ke arah selatan dengan titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569'.
Kesaksian Bejo Santoso ini memperkuat dugaan bahwa insiden terjadi sangat cepat dan tiba-tiba, menyisakan sedikit waktu bagi penumpang untuk menyelamatkan diri.
Bagaimana bisa sebuah kapal mengalami kebocoran separah itu tanpa terdeteksi lebih awal? Pertanyaan ini kini menjadi fokus utama bagi pihak berwenang.
Pencarian korban dan investigasi mendalam terkait penyebab pasti tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya terus berlanjut.
Publik menanti jawaban atas misteri di balik tragedi singkat namun mematikan ini. ***
Editor : I Putu Suyatra