Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Dramatis Nelayan Air Kuning Jembrana: Katir Patah, Berjuang Nyawa Terombang-ambing di Tengah Laut

Gede Riantory Warmadewa • Sabtu, 4 April 2026 | 08:33 WIB
Nelayan asal Desa Air Kuning, Suharman saat berhasil diselamatkan di tepi Pantai Pangkung Jukung, Pekutatan, Jembrana, Rabu (1/4/2026). (Ist)
Nelayan asal Desa Air Kuning, Suharman saat berhasil diselamatkan di tepi Pantai Pangkung Jukung, Pekutatan, Jembrana, Rabu (1/4/2026). (Ist)

BALIEXPRESS.ID – Seorang nelayan asal Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, nyaris kehilangan nyawa setelah jukung yang digunakannya tenggelam di perairan Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo, Rabu (1/4/2026) malam.

Korban bernama Suharman berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah sempat terombang-ambing selama beberapa jam di laut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula saat korban berangkat melaut seperti biasa sekitar pukul 16.30 Wita melalui pelabuhan tradisional di Dusun Munduk, Desa Air Kuning.

Baca Juga: Empat Unit Motor dan Satu Bangunan Terbakar Tengah Malam di Desa Tunjuk Tabanan

Nahas, sekitar pukul 19.00 Wita, saat berada di perairan Yeh Sumbul, salah satu katir jukung yang digunakan korban mengalami kerusakan hingga patah. Kondisi tersebut membuat perahu kehilangan keseimbangan dan akhirnya tenggelam.

Dalam situasi darurat, korban berupaya menyelamatkan diri dengan menepi agar tidak terseret arus ke tengah laut.

Ia kemudian bertahan hidup dengan berpegangan pada tutup kalbok berwarna putih yang mengapung di laut.

Baca Juga: Polisi Turun Tangan, Terungkap Asal-usul Anjing yang Dimasak dan Viral di Nusa Penida

Beberapa jam kemudian, korban ditemukan oleh nelayan setempat, Ahmad Saeburahman, yang langsung memberikan pertolongan dengan menaikkan korban ke perahunya.

Selanjutnya, korban dibawa ke tepi Pantai Pangkung Jukung, Pekutatan, dan mendapat bantuan dari nelayan lainnya.

Baca Juga: Rumah Made Suandana di Buleleng Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kapolsek Pekutatan, Kompol I Putu Suarmadi, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Ia menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam kondisi selamat meskipun sempat terombang-ambing cukup lama di laut.

“Akibat kerusakan tersebut, korban berinisiatif menepi agar tidak terbawa arus lebih jauh ke tengah laut. Korban kemudian bertahan dengan berpegangan pada tutup kalbok warna putih yang mengapung,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Sekitar pukul 22.35 Wita, korban kemudian dijemput oleh keponakannya, Muhus Bahtiyar, dan dibawa pulang ke rumahnya di Banjar Munduk, Desa Air Kuning.

Jukung milik korban hingga kini belum ditemukan dan diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp20 juta.

“Anggota kami bersama tim gabungan telah mendatangi lokasi, membantu korban, mengamankan barang bukti berupa tutup kalbok, serta menghubungi pihak keluarga,” pungkas Kapolsek. (*)

Editor : I Made Mertawan
#nelayan #kecelakaan laut #jembrana