DENPASAR, BALI EXPRESS - Dara cantik Fahria Yasmin Baladraf, yang lebih dikenal dengan nama female disc jockey (DJ) Yasmin, hadir dengan format baru lewat single teranyar bertajuk 'Code'.
Kali ini Yasmin tampil dengan gaya berbeda. Kalau sebelumnya dara cantik berdarah Mataram ini dikenal sebagai 'captain girl party' yang selalu tampil solo di balik turning table, di awal tahun 2020 ini, tampil dalam bentuk trio. Bersama dua rekan musisi, Raki a.k.a Nnytsx dan Zhela, Yasmin lahirkan karya single bergenre musik future pop.
"Single terbaru sudah dirilis ke publik 13 Maret lalu, dan sudah bisa didengar di sejumlah platform digital,” turur Yasmin saat dihubungi Bali Express (Jawa Pos Group), akhir pekan kemarin. Terkait single 'Code', Yasmin mengaku menyimpan gambaran suasana hati dan perasaan dari seorang wanita.
Ketika ada seorang pria yang ingin mengenal lebih dekat dengan wanita tersebut, tetapi pria itu tidak mempunyai cukup nyali untuk mendekatinya. Yasmin mengatakan, seperti layaknya hanya memberi simbol-simbol alias ‘kode-kode’ saja kepada wanita tersebut. “Pastinya masih bernuansa cinta. Lagunya pun easy listening dan tentu kisahnya pun sering dialami banyak kalangan, khususnya generasi muda,” jelas Yasmin.
Dalam keseluruhan lagunya itu, grup ini memberikan nuansa bahagia pada irama chord progressions-nya. Tersematkan dengan adanya suara marimba yang mengiringi sebagian besar lagu ‘Code’, dan adanya bells yang juga diiringi merdunya suara Zhela pada chorus yang memberikan kesan bright, semangat dan cheer-up.
“Semoga lagu tersebut bisa menghibur para pendengar,” ujarnya. Yasmin menyaku tidak ada kendala yang cukup sulit menggarap single tersebut. Hanya saja, kesibukan dari masing-masing personel kerap bertabrakan untuk bisa bertemu. “Ya kita memang punya kesibukan masing-masing. Jadi, kendalanya sih cuman disitu. Makanya, single ini cukup lama kami garap. Karena mulai dari lirik sampai musiknya sendiri sama-sama kita garap,” aku Yasmin. Single 'Code', lanjutnya, sudah dikemas dengan video lirik dan dalam waktu dekat akan dirilis dalam bentuk video klip.
“Sekarang masih dalam proses video klip. Mudah-mudah minggu depan sudah rampung dan bisa diluncurkan ke publik,” tutupnya.
Perempuan kelahiran 21 Maret 1987 ini, menyatakan minatnya menjadi seorang DJ sejak bertemu temannya yang seorang DJ saat kuliah di Universitas Padjadjaran di Bandung, Jawa Barat. Dia memintanya untuk mengajarkan segala sesuatu tentang musik electronic dance music (EDM). Berawal dari iseng dan sekadar bersenang-senang, peran DJ malah mulai menarik hatinya. Yasmin yang mulai mengerti dasar keterampilan awal dan spin pada turntable, menjadi lebih bersemangat dan merasa bahwa menjadi seorang DJ adalah panggilan.
Pada 2011, Yasmin bergabung dengan Putri Joana untuk membentuk duo grup DJ yang disebut 'Duchess of Love'untuk melakukan refreshing dalam kancah musik dance lokal. Sepanjang karier Yasmin sejak saat itu, banyak berkolaborasi dengan musisi lokal, termasuk Shanty feat Tompi, Shanty dan Maliq d'Essentials.
Tak ada yang bisa dipercaya jika belum tampak buktinya. Tentu sebagai DJ perempuan yang ingin serius mendalami musik elektro, Yasmin mengembangkan kemampuan musiknya dengan memproduksi musiknya sendiri. Seperti pada tahun 2013 merilis sebuah EP berjudul ‘Cookie’, terdiri dari tiga trek yang kaya dengan genre progresif. Tak heran, kemampuannya bermusik telah mendapat banyak penghargaan, termasuk DJ wanita terbaik dari Paranoia Awards pada tahun 2011 dan The DJ dari Paranoia Awards pada tahun 2013. Sejumlah ajang bergengsi dan mendapatkan panggung hingga go internasional tidak ketinggalan ia tapaki.