Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Youtuber Bobon Santoso Dikritik Usai Konten Bagi Makanan di Papua; Sangat Menyakitkan

Wiwin Meliana • Rabu, 14 Februari 2024 | 16:30 WIB
Konten ‘Kuali Merah Putih’ Bobon Santoso dikritik saat bagi makanan di Papua
Konten ‘Kuali Merah Putih’ Bobon Santoso dikritik saat bagi makanan di Papua

BALI EXPRESS- Viral, Aksi masak dan bagi makanan yang dilakukan Youtuber Bobon Santoso untuk warga pedalaman Papua mendapat kritikan seorang warganet.

Diketahui, sebelumnya Bobon Santoso yang dikenal sebagai youtuber yang suka berbagi lewat konten masak-masaknya membuat program “Kuali Merah Putih” dengan Papua sebagai wilayah pertama yang di tuju.

Dalam kontennya, Bobon dibantu dengan TNI memasak gulai daging sapi untuk dibagikan kepada ribuan masyarakat setempat. Tak hanya memasak, Bobon juga terlihat membagikan wafer kalengan dan susu kotak.

Meski aksinya banyak mendapat dukungan, namun ada saja oknum yang tidak suka.

Alih-alih mendapat pujian, aksi berbagi yang dilakukan Bobon Santoso justru disebut sebagai konten yang menjijikan.

“Konten seperti ini menjijikkan. Pembingkainya menempatkan si penyumbang sebagai juru selamat dan para penerima bantuan sebagai figuran/NPC. Pangan ultra proses seperti susu berperisa dan wafer itu juga panganan kosong, tidak ada fungsi gizi. Malah berbahaya dikonsumsi berlebihan,” tulis akun X @RodriChen.

Menanggapi hal tersebut, Youtuber yang tinggal di Bali itu pun memberi balasan menohok.

Melalui akun media sosialnya, Bobon Santoso mengaku tidak peduli jika mendapat cibiran.

Ia mengaku datang ke Papua bukan untuk memperbaiki gizi, namun kehadirannya dirinya dan tim untuk berbagi kebahagiaan.

“Lebih dari itu menstimulasi generasi muda untuk lebih peduli saudara sebangsa setanah air di pelosok,” tulis Bobon dikutip pada Rabu (14/02).

Bobon mengungkap jika untuk memperbaiki gizi masyarakat Papua tidaklah mudah dan instant.

 Bahkan seorang dokter ahli gizi pun tahu berbagi vitamin 1 hingga 2 kali tidak berdampak apa-apa. Perlu jangka waktu dan Analisa medis teratur.

“Jika sedikit-sedikit harus diseleksi ketat. Kapan menikmatinya warga?”sindir Bobon.

Lebih lanjut, Bobon pun menyebut jika ia meragukan rasa nasionalisme dan kemanusiaan sang pengkritik.

“Kalimat ‘penerima sebagai figuran’ itu sangat menyakitkan. Faktanya masyarakat senang dan bahagia dengan kehadiran kita,” jelasn Bobon.

Bobon Santoso pun menegaskan bahwa konten yang ia buat tidak semata-mata adalah bisnis. Sebab, biaya yang dikeluarkan untuk sekali masak besar bisa mencapai ratusan juta Rupiah yang merupakan dana pribadi.

“Adsense Youtube hanya mengcover 15% sampai dengan 20% cost produksi, sisanya yaitu dana pribadi, dana sponsor yang mensuport kegiatan ini dan teman-teman,”jelasnya.

Ia pun meminta folloernya untuk menyampaikan kepada sang pengkritik untuk datang ke Papua langsung.

“Mending anda ke Papua sekarang, kasih contoh kami, konten yang gak menjijikan itu seperti apa? Bagiin makanan yang menurut anda memenuhi gizi itu seperti apa? Saya bersedia modalin,” pungkasnya.

Editor : Wiwin Meliana
#konten masak #bobon santoso #bagi makanan #dikritik #papua