BALIEXPRESS.ID – Duka mendalam menyelimuti keluarga Kakek Sujiman (60), warga Dukuh Jetis, Desa Bangak, Kecamatan Banyudono.
Dia menghembuskan napas terakhir setelah mengalami luka berat akibat tertimpa bangunan joglo yang roboh.
Sujiman meninggal dunia pada Selasa pagi (5/8/2025) pukul 05.55 WIB di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Indriati, Kecamatan Mojosongo.
Baca Juga: Waduh! Pria di Jombang Bakar Rumah Sendiri hingga Ludes, Ternyata Ini Masalahnya
Ia sebelumnya sempat mendapat penanganan medis intensif pasca-insiden yang terjadi sehari sebelumnya, Senin sore (4/8), di Desa Ngaru Aru, Kecamatan Banyudono.
Kabar duka tersebut dibenarkan Kapolsek Banyudono, AKP Agus Satrio. “Kami menerima informasi dari rumah sakit bahwa Pak Sujiman meninggal dunia pukul 05.55 pagi. Saat ini jenazah sudah dipulangkan ke rumah duka,” ungkapnya saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, Sujiman diketahui tengah berteduh di bawah bangunan joglo bersama rekannya, Suwardi (58), warga Desa Ketaon.
Baca Juga: Hendak Pasang Keramik, Tukang Tewas Tersengat Listrik: Diduga Sentuh Kabel Tertanam
Saat itu hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan tersebut. Naas, bangunan joglo yang diketahui belum lama selesai dibangun tiba-tiba ambruk dan menimpa keduanya.
Akibat insiden itu, Sujiman mengalami luka serius dan tidak sadarkan diri saat dilarikan ke rumah sakit. Sementara Suwardi selamat meski mengalami luka ringan.
Warga sekitar menyebutkan bangunan joglo tersebut memang baru selesai didirikan dan belum diuji kekokohannya. Saat kejadian, beberapa sepeda motor yang terparkir di sekitar lokasi juga tertimpa material bangunan.
Peristiwa ini menambah catatan kejadian nahas akibat cuaca ekstrem dan pentingnya pengecekan struktur bangunan, khususnya yang belum lama selesai dibangun.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait penyebab runtuhnya joglo tersebut.
Jenazah Sujiman kini disemayamkan di rumah duka dan akan segera dimakamkan di pemakaman desa setempat.
Baca Juga: Titiek Soeharto Tanggapi Pengibaran Bendera One Piece: Masalah Ecek-Ecek, Tak Perlu Berlebihan
Suasana duka menyelimuti keluarga dan warga sekitar yang merasa kehilangan sosok sederhana dan ramah itu. (*)
Editor : Nyoman Suarna