Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ashanti Raih Gelar Doktor di Unair, Angkat Penelitian tentang Transformasi Digital Industri Musik Indonesia

I Putu Suyatra • Kamis, 14 Mei 2026 | 07:32 WIB
Penyanyi dan publik figur Ashanti Hastuti (kedua kiri) usai menjalani sidang terbuka doktoral di Unair Surabaya, Rabu (13/5). (ISST)
Penyanyi dan publik figur Ashanti Hastuti (kedua kiri) usai menjalani sidang terbuka doktoral di Unair Surabaya, Rabu (13/5). (IST) 

BALIEXPRESS.ID - Penyanyi sekaligus publik figur Ashanti resmi meraih gelar doktor di Universitas Airlangga setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka program doktoral, Rabu (13/5).

Keberhasilan Ashanti meraih gelar doktor langsung menjadi sorotan publik. Pasalnya, istri Anang Hermansyah itu mampu menyelesaikan pendidikan di tengah kesibukannya sebagai penyanyi, ibu, istri, hingga nenek.

Disertasi Ashanti Bahas Adaptasi Musisi di Era Digital

Dalam sidang terbuka Program Studi Doktor Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekolah Pascasarjana Unair, Ashanti mengangkat disertasi berjudul “Respon Adaptif Penyanyi Baby Boomers dan Generasi X terhadap Transformasi Digital di Industri Musik Indonesia.”

Penelitian tersebut membahas bagaimana penyanyi lintas generasi menghadapi perubahan besar di industri musik akibat perkembangan teknologi digital.

“Alhamdulillah setelah melewati perjuangan panjang berkat promotor saya yang luar biasa ini. Kalau bukan karena Pak Suko mungkin aku enggak selesai dari sini,” kata Ashanti usai sidang terbuka di kampus Unair Surabaya.

Perjuangan Ashanti Raih Gelar Doktor Tidak Mudah

Ashanti mengaku perjalanan menyelesaikan pendidikan doktor penuh tantangan. Bahkan, ia sempat mengalami penolakan judul disertasi hingga empat kali.

“Ditolak judul empat kali. Judul pertama ditolak, kedua, ketiga, bahkan saya sudah publikasi juga, tapi ditolak lagi. Jadi judul keempat baru diterima,” ungkapnya.

Tak hanya menghadapi tekanan akademik, Ashanti juga harus membagi waktu dengan aktivitas di dunia hiburan dan keluarga.

Ia mengaku bangga karena tetap bisa melanjutkan pendidikan di usia yang tidak lagi muda.

“Aku sangat bangga buat orang-orang yang masih mau belajar di umur yang mungkin sudah tidak muda lagi. Aku juga sibuk sebagai istri, ibu, nenek, kerjaan banyak, tapi tetap berusaha bagaimana harus selesai dengan baik,” ujarnya.

Ashanti Ingin Penelitiannya Bermanfaat untuk Industri Musik Indonesia

Ashanti berharap hasil penelitiannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri musik Indonesia, khususnya dalam menghadapi era digitalisasi.

Menurutnya, kemampuan adaptasi menjadi tantangan besar bagi para musisi dari generasi berbeda.

“Semoga bisa berguna buat industri musik Indonesia. Walaupun terlihat hanya perbandingan antara baby boomers dan Gen X dalam beradaptasi di digital, tapi yang dibahas dan dibedah banyak sekali,” katanya.

Unair Tegaskan Tidak Ada Perlakuan Khusus untuk Ashanti

Promotor Ashanti, Suko Widodo, menegaskan tidak ada perlakuan istimewa selama proses pendidikan doktor berlangsung.

Menurutnya, semua mahasiswa memiliki hak dan kewajiban yang sama, termasuk figur publik.

“Saya kira tidak ada kompromi. Mau artis, mau anak presiden, apa pun dalam pengetahuan saya sama haknya. Ashanti telah memenuhi kedisiplinan sebagai seorang akademisi dan konsisten,” ujar Suko.

Ia juga menilai penelitian Ashanti menarik

Editor : I Putu Suyatra
#ASHANTI