Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Skandal Korupsi Terbesar dalam Sejarah Vietnam: Taipan Truong My Lan Dihukum Mati karena Korupsi Rp 200 T

I Putu Suyatra • Jumat, 12 April 2024 | 21:35 WIB
Truong My Lan dituduh menjarah salah satu bank terbesar di Vietnam selama 11 tahun dan dijatuhi hukuman mati. (BBC)
Truong My Lan dituduh menjarah salah satu bank terbesar di Vietnam selama 11 tahun dan dijatuhi hukuman mati. (BBC)

BALI EXPRESS - Taipan terkemuka Vietnam, Truong My Lan, telah dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan setempat dalam kasus korupsi yang mencengangkan.

Dalam putusan yang mengejutkan banyak pihak, Truong dinyatakan bersalah atas korupsi senilai USD 12,5 miliar atau sekitar Rp 200 triliun.

Dikutip dari laporan BBC pada Jumat (12/4), keputusan ini menjadi peristiwa langka dalam sejarah hukum negara tersebut.

Lebih menarik lagi, Truong adalah salah satu dari sedikit perempuan di Vietnam yang dijatuhi hukuman mati karena kejahatan korporasi.

Pihak berwenang, yang biasanya tertutup, secara transparan mengungkapkan detail kasus ini kepada media. Mereka mengungkapkan bahwa 2.700 saksi telah dipanggil, dengan 10 jaksa penuntut negara dan sekitar 200 pengacara terlibat dalam prosesnya.

Barang bukti yang disajikan mencakup 104 kotak dengan total berat enam ton.

Selain Truong My Lan, delapan puluh lima orang lainnya juga diadili dalam kasus ini.

Meskipun Truong menolak tuduhan tersebut dan berpotensi mengajukan banding, semua terdakwa dinyatakan bersalah.

David Brown, seorang pensiunan pejabat Departemen Luar Negeri AS dengan pengalaman yang luas di Vietnam, menyatakan, "Saya rasa, belum pernah ada persidangan seperti ini di era komunis. Tentu saja tidak ada yang terjadi pada skala ini."

Persidangan ini menandai titik puncak dari kampanye antikorupsi "Blazing Furnaces" yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Partai Komunis, Nguyen Phu Trong.

Sementara itu, Aljazeera melaporkan bahwa Truong My Lan, yang merupakan kepala pengembang properti Van Thinh Phat, dinyatakan bersalah atas sejumlah tuduhan dalam sidang terakhir di Kota Ho Chi Minh.

Truong didakwa atas penggelapan, penyuapan, dan pelanggaran peraturan perbankan.

Truong, yang berusia 67 tahun, diduga mengendalikan secara ilegal Bank Komersial Saham Gabungan Saigon dari tahun 2012 hingga 2022 untuk keuntungan pribadi.

Jaksa mengungkapkan bahwa lebih dari 1.000 properti milik Truong telah disita sebagai bagian dari upaya penyitaan aset.

Namun, Truong My Lan menyangkal semua tuduhan tersebut dan malah menyalahkan bawahannya.

Dalam pernyataan terakhirnya di pengadilan pekan lalu, dia mengaku punya niat untuk bunuh diri, mengungkapkan penyesalannya atas keterlibatannya dalam dunia bisnis yang korup ini. ***

 
 
Editor : I Putu Suyatra
#korupsi #vietnam #hukuman mati #taipan