Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hati-hati Gunakan Kosmetik! Dr. Putu Ratih Vebriyanti: Ini Bahan Kimia Berbahaya yang harus Diwaspadai

IGA Kusuma Yoni • Sabtu, 2 September 2023 | 13:00 WIB
KOSMETIK: Dokter Ni Luh Putu Ratih Vebriyanti, Sp.KK, ungkap  soal penggunaan kosmetik yang tidak boleh sembarangan.
KOSMETIK: Dokter Ni Luh Putu Ratih Vebriyanti, Sp.KK, ungkap soal penggunaan kosmetik yang tidak boleh sembarangan.

DENPASAR, BALI EXPRESS – Saat ini kosmetik tidak hanya digunakan kaum perempuan, kaum lelaki juga sudah lumrah menggunakan dalam keseharian.

Namun sebaiknya hati-hati menggunakan kosmetik. Jika digunakan dengan tidak tepat, kosmetik bisa berpotensi menyebabkan beberapa penyakit berbahaya. Salah satunya adalah kanker kulit, ketidakseimbangan hormon hingga kemandulan.

Lantas apa yang harus dilakukan supaya terhindar dari bahaya penggunaan kosmetik?

Dokter Spesialis Kulit Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, dr. Ni Luh Putu Ratih Vebriyanti, Sp.KK, (K), menyebutkan, sebelum menggunakan kosmetik hendaknya memperhatikan beberapa hal.

"Yang pertama harus dilakukan adalah mengetahui apa saja kandungan yang ada di dalam kosmetik. Jika ada indikasi kosmetik tersebut mengandung bahan berbahaya, sebaiknya jangan digunakan," jelasnya.

Sebab, menurut dr. Ratih, ada beberapa jenis bahan kimia berbahaya yang saat ini sudah dilarang lagi digunakan dalam industri kosmetik. Di antaranya adalah:

Bahan ini sangat populer dalam kandungan produk pemutih, karena kemampuannya menghambat pembentukan melanin, sehingga kulit tampak lebih cerah dan bersinar dalam waktu yang sangat singkat.

Padahal, merkuri sangat berbahaya dan sebaiknya perlu diwaspadai penggunaannya, karena merkuri bersifat korosif.

Jika dioleskan di kulit, maka kulit akan menipis. Ketika sudah tipis, bahan kimia di merkuri ini masuk ke tubuh manusia dan bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan, seperti penyebab utama kanker kulit, menganggu fungsi ginjal dan otak hingga membuat ibu hamil keguguran.

  1. Hidrokuinon

Meski cenderung aman untuk digunakan, hidrokuinon mungkin bisa memicu beberapa efek samping pada kulit. Penggunaan hidrokuinon bisa membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.

Batas aman penggunaan hidrokuinon ini, menurut dr. Ratih, sebanyak 2 persen dari total bahan yang digunakan dalam kosmetik tersebut.

Jika sudah melebihi kadar tersebut, sebaiknya kosmetik tersebut tidak digunakan. Karena berpotensi menyebabkan reaksi alergi dan yang paling parah adalah kanker kulit.

  1. Paraben

Meski dikenal sebagai pengawet dalam kosmetik, ternyata ada dampak penggunaan paraben terhadap risiko terkena kanker. Paraben memiliki struktur kimia mirip estrogen, yaitu hormon yang dikenal dapat menyebabkan penggandaan sel di payudara, baik sel normal maupun kanker.

Karena itu, dr. Ratih berharap masyarakat yang ingin menggunakan kosmetik hendaknya lebih memperhatikan komposisi dari kosmetik tersebut.

"Jadi sebelum membeli, perhatikanlah bahan yang terkandung dan hindari membeli kosmetik hanya karena trend ikut-ikutan saja," tambahnya.

Editor : Nyoman Suarna
#kosmetik #bahan kimia #berbahaya