BALI EXPRESS - Usai berperang melawan pandemi Covid-19, kini dunia kembali dibuat cemas dengan mewabahnya virus Nipah di negara bagian Kerala di India Selatan.
Bahkan virus Nipah disebut-sebut berpotensi menjadi pandemi.
Para ilmuwan telah memperingatkan tentang penyakit pembengkakan otak yang disebabkan oleh virus Nipah, yang diperkirakan 75 kali lebih mematikan daripada virus Korona penyebab Covid-19.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) juga mengutip banyak gejala, termasuk demam, muntah, sakit kepala, disorientasi, kejang, dan bahkan koma.
Juga dicatat bahwa gejala umumnya muncul dari 4-14 hari masa inkubasi setelah terpapar virus.
Meskipun virus Nipah berpotensi lebih mengancam daripada Covid-19, itu bukan satu-satunya. Ada 260 virus di antaranya, semuanya dengan potensi epidemi.
Ketua departemen Biokimia Molekuler dan Seluler di University of Kentucky, dr. Rebecca Dutch, menambahkan, meskipun belum ada wabah global saat ini, penyakit ini terjadi secara berkala.
"Virus Nipah adalah salah satu virus yang pasti bisa menjadi penyebab pandemi baru," tegasnya.
Editor : Nyoman Suarna