BALI EXPRESS - Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) atau pneumonia menjadi penyebab utama kematian anak-anak di bawah usia lima tahun di negara-negara berpendapatan rendah, menurut informasi dari National Library of Medicine.
ISPA dan kekurangan vitamin A merupakan tantangan kesehatan masyarakat signifikan di berbagai negara berpendapatan rendah.
Vitamin A memiliki peran penting dalam mendukung fungsi imun humoral dan seluler, keratinisasi epitel pernafasan, serta pengurangan sekresi mukus, yang semuanya memperlemah pertahanan terhadap infeksi.
Berdasarkan data di negara-negara berpendapatan rendah, ISPA, yang sebagian besar berujung pada pneumonia, menjadi penyebab utama kematian pada anak-anak di bawah usia lima tahun.
Setiap tahun, diperkirakan terdapat sekitar 150,7 juta kasus ISPA baru, dengan 11 hingga 20 juta kasus (7% hingga 13%) yang parah dan memerlukan rawat inap di rumah sakit.
Meskipun tidak ada data pembanding untuk negara-negara berpendapatan tinggi, uji klinis berbasis komunitas telah dilakukan untuk mengevaluasi potensi suplementasi vitamin A dosis tinggi secara berkala dalam mengurangi kejadian dan tingkat keparahan ISPA pada anak-anak.
Pada tahun 1930-an, Ellison pertama kali mengamati hubungan antara kekurangan vitamin A dan kematian anak, yang kemudian diperkuat oleh penelitian Fawzi (1993) dan Glasziou (1993).
Baca Juga: Ganjar Pranowo Membahas Stunting dalam Debat Capres 2024: Penyebab dan Pencegahan
Glasziou (1993) menyimpulkan bahwa vitamin A dapat mengurangi sepertiga penyebab kematian pada anak-anak di negara-negara berpendapatan rendah, terutama terlihat pada penelitian campak.
Sementara itu, Fawzi (1993) melaporkan bahwa suplementasi vitamin A melindungi secara keseluruhan terhadap mortalitas dalam penelitian berbasis komunitas dan sangat efektif terhadap mortalitas pada pasien campak yang dirawat di rumah sakit.
Meskipun terdapat bukti yang menunjukkan bahwa suplementasi vitamin A dapat mengurangi keparahan infeksi pernafasan dan komplikasi sistemik campak, hubungan antara vitamin A dan ISPA non-campak masih belum jelas.
Dalam sebuah meta-analisis yang diterbitkan oleh Program Pengendalian Infeksi Saluran Pernapasan Akut WHO, tidak ditemukan efek protektif atau merugikan yang konsisten terhadap angka kematian spesifik pneumonia, serta tidak ada efek terhadap kejadian atau prevalensi pneumonia. (*)