Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Terapi Herbal Bali: Perpaduan Nilai Kemanusiaan dan Pelestarian Alam

I Putu Suyatra • Sabtu, 13 April 2024 | 03:14 WIB
Anggota DPD Made Mangku Pastika saat berbincang dengan terapis kesehatan dan penekun herbal I Dewa Made Agung Suryawan (Jung Kumis) di Denpasar. ANTARA/Ni Luh Rhismawati.
Anggota DPD Made Mangku Pastika saat berbincang dengan terapis kesehatan dan penekun herbal I Dewa Made Agung Suryawan (Jung Kumis) di Denpasar. ANTARA/Ni Luh Rhismawati.

DENPASAR, BALI EXPRESS - Pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali yang berfokus pada produk herbal dengan terapi kesehatan, seperti yang dilakukan Jung Kumis dan I Nyoman Sridana, mendapat apresiasi dari Anggota DPD Made Mangku Pastika.

Menurutnya, usaha seperti ini tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga sarat nilai kemanusiaan dan pelestarian alam.

Manfaat Ganda Terapi Herbal

Para penekun herbal di Bali tak hanya memiliki keahlian dalam meramu obat, tetapi juga menempuh pendidikan formal dan memadukan teknik pengobatan alternatif lainnya seperti akupuntur, hipnoterapi, dan pijat refleksi.

Baca Juga: Daun Bawang: 5 Rahasia Kesehatan Tersembunyi di Dapur Anda

"Hal ini menunjukkan komitmen mereka dalam memberikan layanan kesehatan yang holistik dan teruji," ungkap Mangku Pastika yang juga mantan Gubernur Bali tersebut.

Lebih dari Sekedar Bisnis

Bagi Jung Kumis dan I Nyoman Sridana, melayani pasien dengan terapi herbal adalah panggilan jiwa.

Mereka menemukan kepuasan batin dalam membantu orang lain dan melestarikan budaya Bali.

Manfaat Herbal untuk Kesehatan

Terapi herbal dengan bahan rempah-rempah dan tumbuhan lokal memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti:

  • Jahe merah dan kunyit putih: Memperbaiki lambung dan membantu mencegah kanker
  • Bawang dayak: Detoksifikasi racun tubuh
  • Temulawak, sereh, dan pandan wangi: Merawat liver
  • Daun pegagan: Menjaga kesehatan otak
  • Black garlic: Meningkatkan stamina dan regenerasi sel
  • Kelor: Menjaga kesehatan tulang

Peluang dan Tantangan

Meskipun banyak manfaatnya, terapi herbal membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menunjukkan hasil dibandingkan obat kimia.

Baca Juga: Inilah Rahasia Luar Biasa di Balik Daun Kemangi: Lebih dari Sekadar Bumbu Masakan!

Hal ini menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi para pelaku usaha herbal dalam mengedukasi masyarakat.

Masa Depan Terapi Herbal Bali

Dengan dukungan pemerintah dan edukasi yang gencar, terapi herbal Bali berpotensi menjadi salah satu sektor unggulan dalam pariwisata kesehatan.

Perpaduan nilai kemanusiaan, pelestarian alam, dan manfaat kesehatannya dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang mencari alternatif pengobatan holistik. ***

Editor : I Putu Suyatra
#bali #mangku pastika #jung kumis #akupuntur #Pijat Refleksi #hipnoterapi #pengobatan alternatif #herbal