BALIEXPRESS.ID- RSUD Bangli mencatat kunjungan pasien terus mengalami peningkatan.
Hal ini pun berimbas terhadap pendapatan. Demikian diakui Direktur RSUD Bangli I Dewa Oka Darsana.
Berdasarkan data, kunjungan pasien rawat jalan RSUD Bangli mencapai 300 orang per hari.
Jumlah ini terus mengalami kenaikan sejak 2021, yang rata-rata hanya 108 kunjungan per hari.
Tiga layanan rawat jalan dengan kunjungan terbanyak adalah fisioterapi, penyakit dalam, dan penyakit jantung.
Kemudian kunjungan Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga mengalami peningkatan.
Tiga tahun lalu, jumlah pasien IGD rata-rata 28 per hari, namun kini tembus 62 per hari.
Begitu pula dengan layanan operasi yang kini rata-rata menangani 16 tindakan per hari.
Oka Darsana menegaskan, meningkatkannya jumlah kunjungan pasien ke rumah sakit Pemkab Bangli itu bukan karena jumlah masyarakat yang sakit meningkat drastis.
Namun ia mengklaim akibat kenaikan fasilitas layanan. Pihak rumah sakit terus meningkatkan jenis dokter spesialis.
Begitu juga dengan sumber daya manusia (SDM) lainnya terus ditingkatkan.
Oka Darsana menegaskan bahwa rumah sakit sudah jarang merujuk pasien ke rumah sakit di Klungkung, Gianyar maupun Kota Denpasar.
“Ujung dari semua itu, tiang (saya,Red) yakin kepercayaan masyarakat sampun (sudah,Red) meningkat,” tegasnya.
Dampak dari peningkatan kunjungan ini, diakui Oka Darsana, berimbas terhadap pendapatan rumah sakit.
Pada tahun 2023, RSUD Bangli mencatat pendapatan sebesar Rp85 miliar.
Tahun ini diperkirakan akan menembus Rp100 miliar. “Paling besar dari klaim BPJS Kesehatan,” terangnya.
Meski demikian, Oka Darsana menegaskan bahwa RSUD Bangli tidak pernah menargetkan pendapatan, karena baginya, menetapkan target berarti mengharapkan orang jatuh sakit, sehingga berkunjung ke sana. (*)
Editor : I Made Mertawan