Bidang Turnamen Nasional dan Perwasitan PP PBSI, Mimi Irawan, Kamis (11/5) menjelaskan kedua GOR megah itu tak bisa digunakan untuk menggelar event kali ini karena beberapa faktor. Padahal GOR Lila Bhuana dan GOR Ngurah Rai berada sangat strategis di tengah kota. Hanya saja, kedua GOR itu kondisinya bocor saat hujan.
“Ini sangat berbahaya kalau sampai ada pertandingan lalu pemain terpeleset. Pastinya akan membuat cedera. Kalau di GOR Lila Bhuana itu kalau tidak salah atasnya ada yang dibor, tapi tidak ditutup lagi sehingga ada celah saat hujan. Di GOR Ngurah Rai info yang saya dengar juga bocor,” ujar Mimi Irawan.
Meskipun dari tempat parkir yang luar dan jaraknya sangat dekat, namun kembali dua alasan itu menjadi faktor tak dipakainya kedua lokasi tersebut. “Fasilitas sarana prasarana juga telah menunjang seperti tempat ganti pakaian atau toilet, hanya tinggal dibersihkan dan dicat saja. Kalau di GOR Lila Bhuana itu bisa digunakan 3 line untuk bertanding, sedangkan GOR Ngurah Rai bisa 4 sampai 5 line,” tambah Mimi Irawan.
Berangkat dari semua itu, untuk menghelat Sirnas level A dirinya belum berani merekomendasikan di Bali tahun depan, karena GOR yang ada masih kurang luas di luar GOR Lila Bhuana dan GOR Ngurah Rai Denpasar.
“Kalau di Sirnas B sekarang ini pesertanya cukup banyak karena yang bertanding pebulutangkis muda sehingga masih bisa lah digunakan. Apalagi mereka banyak datang ke Bali karena disamping lokasinya dekat dari Pulau Jawa, juga para pebulutangkis datang juga sekaligus berlibur di Bali,” tandas Mimi Irawan.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya