Pertahanan negara memang menjadi perhatian penuh, mengingat banyak alutsista yang sudah usang dan perlu regenerasi secepatnya. Karena kemampuannya menyangkut kedaulatan bangsa. Dalam acara Dialog Kebangsaan Sespim Lemdiklat Polri, Minggu (18/6), Prabowo yang turut hadir menyampaikan rencana pertahanan Indonesia selama 25 tahun mendatang.
"Saya ketika jadi Menhan, diminta oleh Presiden Jokowi agar menyusun rencana pembangunan kekuatan pertahanan," ujarnya. Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopasus) ini menyebutnya dengan Perisai Trisula Nusantara. Pemilihan nama Trisula karena mewakili tiga matra, Darat, Laut dan Udara.
Melalui sebuah video, dia menampilkan salah satu senjata yang sedang dalam proses pengadaan. Senjata tersebut adalah Tactical Balistic Missile (TBM) atau rudal balistik taktis. Rudal jenis ini memiliki peluru berpemandu untuk menyerang sasaran darat atau objek vital lawan dengan jarak jangkau yang luas. Indonesia sendiri sudah menandatangani pembelian rudal balistik bernama Khan dari Turki dengan jangkauan 300 kilometer.
Nantinya akan ada delapan rudal, disertai dengan empat unit ammo vehicle, tiga unit fuel vehicle, tiga unit support vehicle, dan empat unit repair vehicle. TBM ini akan dioperasikan oleh Matra Darat. Selain itu kekuatan darat akan dilengkapi pesawat nirawak alias drone UAV (Unmaned Aerial Vehicle) & UCAV MALE (Unmaned Combat Aerial Vehicle Medium Altitude Long Endurance) sebanyak 65 unit dan 25 radar baru.
Ada juga peningkatan jumlah kodam menjadi 34, jumlah Batalyon TNI, Kodim, dan Batalyon Komcad masing-masing meningkat menjadi 514, serta penambahan 26 RS di tiap Kodam, Lanal, dan Lanud. Sementara dari Matra Laut, Indonesia akan dilengkapi 12 unit kapal kombatan bertonase besar jenis Frigate. Dua di antaranya sedang dibangun di Indonesia. Selain itu dua kapal selam serbu dan tujuh kapal selam taktis.
Sedangkan Matra Udara akan dilengkapi pesawat tempur buatan bersama dengan Korea Selatan bernama IFX 21 sebanyak 24 unit. Pesawat tempur Dassault Rafale dari Prancis 42 unit dan F15 EX keluaran terbaru dari Amerika Serikat.
Usai menampilkan video tersebut Prabowo menambahkan, untuk menjaga persatuan, kesatuan dan kekayaan alamnya, maka negara harus punya kekuatan.
Tak hanya kekuatan, negara harus memiliki sumber daya manusia yang unggul yang mampu memanfaatkan dan mengolah sendiri kekayaan alamnya menjadi produk yang berguna bagi bangsa. "Ujungnya suatu negara adalah bagaimana mensejahterakan rakyatnya. Caranya dengan mengelola dan menjaga kekayaan bangsa. Untuk itu, bangsa harus punya kekuatan. Itu yang menurut saya menjadikan kita bisa menjaga keutuhan," tutur Menhan yang juga ketua umum Partai Gerindra itu. (ges) Editor : Nyoman Suarna