Ramai menjadi perbincangan lantaran mendapatkan sejumlah penolakan dari pihak setempat, Pandawara Group akhirnya buka suara. Dilansir dari akun Instagram @pandawaragroup menyebutkan bahwa terkait isu penolakan yang hangat menjadi pemberitaan itu pihaknya meminta maaf apabila dalam ucapan ada hal yang kurang berkenan.
Baca Juga: Trend ‘Siap Jadi Bu Jero’ Viral, Jero Dasaran Alit Digemari Banyak Gadis
"Sebelum itu mohon maaf apabila ada ucapan, perilaku dan tingkah laku dari kita yang kurang berkenan di hati bapak ibu semuanya," kata Ikhsan yang merupakan salah satu anggota Pandawara Group.
Menyinggung akan keberatan pihak Karang Taruna karena dianggap mencemarkan nama baik wilayahnya, Pandawara Group menjelaskan bahwa terjadinya pencemaran lingkungan lebih membuat malu Pandawara dan masyarakat Indonesia lainnya.
"Izin memberikan pendapat, menurut persepsi dan asumsi kita. Terjadinya pencemaran lingkungan lebih membuat malu Pandawara dan seluruh masyarakat Indonesia di manapun lokasi dan daerahnya berada," ujar Gilang Rahma yang juga salah satu anggota Pandawara Group dikutip dari Jawa Pos, Kamis (5/10).
Pandawara Group juga mengungkapkan bahwa niat dan maksud dan tujuannya yakni untuk membersihkan atau mengurangi sampah yang ada.
"Niat dan maksud tujuan kita adalah untuk membersihkan atau mengurangi sampah yang ada pantai (Loji Sukabumi) tersebut," tutur Agung.
Baca Juga: Groundbreaking LRT Bali Ditargetkan Awal 2024, Fase Pertama Mulai Bandara Ngurah Rai hingga Seminyak
Adapun perihal tidak mendapatkan izin dari Pemerintah Desa setempat, Pandawara Group membantah karena sebelumnya mereka telah melakukan koordinasi dan meminta izin kepada pihak desa dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukabumi untuk melaksanakan kegiatan clean up Day di Pantai Loji.
Sebelumnya, rasa tidak setuju pihak setempat bermula saat Ketua Karang Taruna Desa Sangrawayang, Deris Alfauzi melayangkan keberatannya dengan kegiatan tersebut Pasalnya, pihak Karang Taruna merasa apa yang dilakukan oleh konten kreator lingkungan hidup itu justru mencemarkan nama baik wilayahnya.
“Kami sangat menyayangkan tidak ada komunikasi terlebih dahulu karena ada tulisan bahwasannya pantai Cibutun itu pantai terkotor ke 4, kita sedang mempertanyakan apakah itu berdasarkan bukti-bukti yang ada, hasil observasi atau penelitian,” ujar Deris, dikutip dari Radar Sukabumi pada Senin (2/10).
Senada dengan Deris, Kepala Desa Sangrawayang juga secara terang-terangan tidak mengizinkan aktivitas Pandawara Group di Pantai Loji yang menjadi wilayahnya.
“Kalau seperti yang kemarin yang dimusyawarahkan di desa itu saya enggak mengizinkan saya mah, harus melibatkan masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan membersihkan sampah pantai.