"Enggak ada (keterlibatan polisi). Polisi netral. Terima kasih," jawab Dirmanto, Senin (13/11) dikutip dari Pojoksatu.
Baca Juga: Peralihan Musim, BPBD Klungkung Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
Sebelumnya, sekelompok masyarakat menuding elite Polri menginstruksikan pemasangan baliho Prabowo-Gibran di Jawa Timur.
Deputi WALHI, M Islah mewakili Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Pemilu Demokratis mendesak Bawaslu, Kompolnas, dan Komnas HAM turun tangan menyelidiki indikasi keterlibatan aparat dalam pemasangan baliho Prabowo-Gibran di Jatim.
"Karena hal itu melanggar undang-undang dan tidak bisa dibenarkan dengan dalih dan alasan apa pun," kata Islah dikutip dari siaran pers-nya, pada Sabtu 11 November 2023.
Islah juga menyerukan kepada masyarakat merapatkan barisan melawan segala bentuk kecurangan dalam pemilu.
Juga terus menjaga serta merawat demokrasi yang makin hari semakin mengalami kemunduran. Mereka menilai dugaan kuat pemasangan baliho Prabowo-Gibran yang dilakukan aparat karena ada instruksi dari atasan.
Baca Juga: Viral Tujuh Orang Jadi Korban Speeding di Bali, Polresta Denpasar Bilang Begini
Sebagaimana pemberitaan media, menambah panjang masalah baru dalam pemilu dan demokrasi di Indonesia. Mereka menilai pemasangan baliho oleh polisi itu jelas mencederai netralitas Polri dan merupakan bentuk kecurangan pemilu.
"Kami memandang dugaan pemasangan baliho oleh polisi makin menunjukkan bahwa kekuasaan Presiden Jokowi terus menggunakan semua kekuasaannya untuk memenangkan anaknya dalam Pemilu 2024," tutur Islah.
Editor : Wiwin Meliana