BALI EXPRESS- Pelaksanaan study tour atau karya wisata di sekolah menjadi perdebatan di kalangan masyarakat usai kecelakaan bus rombongan study tour SMK Lingga Kencana Depok beberapa waktu lalu.
Warganet di media sosial menilai bahwa pelaksanaan study tour lebih banyak unsur liburannya ketimbang edukasinya.
Bahkan kegiatan ini dinilai memberatkan orang tua karena menelan biaya yang tidak sedikit.
Ditambah lagi dengan adanya kecelakaan rombongan study tour yang memakan korban jiwa, kegiatan study tour kini menjadi sorotan.
Terkait hal itu, Sandiaga Uno juga turut memberikan komentarnya.
Menurutnya, bukan kegiatan study tournya yang harus diperketat, namun kelayakan kendaraan yang digunakan.
“Dari musibah kecelakaan yang terjadi di Ciater, kita jadikan ini pelajaran bahwa bukan study tournya yang harus diperketat, melainkan kelayakan kendaraan, fasilitas, dan sumber daya manusianya,” tulis Menparekraf RI itu di unggahan Instagramnya dikutip pada Senin (20/05).
Pihkanya juga mengimbau agar sekolah atau instansi yang menggelar acara studi tour memastikan kelayakan kendaraan yang digunakan.
“Saya imbau kepada instansi atau organisasi yang akan mengadakan study tour, pastikan kendaraan yang akan digunakan dalam kondisi yang layak dan sesuai aturan pemerintah,” tulisnya.
Baca Juga: BNI Raih Dua Penghargaan Marketeers Youth Choice Award 2024
Unggahan tersebut pun mendapat beragam respons warganet di media sosial.
“Study tour itu bukan kebutuhan dalam Pendidikan pak,” tulis akun @obexobax.
“Saya tetap ga setuju, menghilangkan acara studi tour, hanya buang-buang duit dikira gampang cari duit,” tulis akun @3rwin_aluminium.
“Malah pada bahas ekonomi keluarga, bukannya bahas antisipasi untuk meminimalisir kecelakaan, malah pada adu nasib,” tulis komentar akun @dendisutansyah2406.
Sebelumnya, kecelakaan maut menimpa bus SMK Lingga Kencana yang mengangkut rombongan siswa dan guru dari Depok, Sabtu (11/5) malam.
Bus tersebut terguling di turunan Ciater, Subang, saat dalam perjalanan pulang dari acara perpisahan di Bandung.
Baca Juga: Gegara Konten Gek Bali, Warganet Dukung Revisi UU Penyiaran; Sebut Banyak Konten Sampah dari Edukasi
Rombongan tersebut baru saja merayakan perpisahan di Bandung, Jawa Barat, sebelum terjadi kecelakaan tragis di turunan Ciater, Subang, pada Sabtu (11/5) malam.
Bus pariwisata yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan fatal, menyebabkan banyak penumpang mengalami luka berat dan meninggal dunia.
Editor : Wiwin Meliana