Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ini Fakta-Fakta Kemampuan Motorik Kaki yang Dimiliki Agus Buntung

Wiwin Meliana • Rabu, 11 Desember 2024 | 14:29 WIB

Agus Buntung pria disabilitas tanpa tangan miliki kemampuan motorik kaki luar biasa
Agus Buntung pria disabilitas tanpa tangan miliki kemampuan motorik kaki luar biasa

BALIEXPRESS.ID-Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan I Wayan Agus Suwartama, lebih dikenal sebagai Agus Buntung, telah menarik perhatian publik.

 Agus Buntung, seorang pria penyandang disabilitas yang tidak memiliki kedua tangan, menjadi tersangka dalam kasus pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga: Pengelola Monkey Forest Ubud Beri Keterangan Insiden Pohon Tumbang Renggut Dua Nyawa Wisatawan

Kasus ini semakin mencuri perhatian karena dilaporkan ada hingga 13 kasus serupa yang melibatkan dirinya, dengan beberapa korban di antaranya masih anak di bawah umur.

Pertanyaan besar muncul di masyarakat: bagaimana mungkin seorang penyandang disabilitas seperti Agus Buntung dapat melakukan tindakan yang membutuhkan keterampilan fisik, seperti pelecehan seksual?

 Dalam beberapa wawancara, Agus Buntung sendiri membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Dia bahkan mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya dalam melakukan aktivitas sederhana seperti membuka baju dan celana tanpa bantuan orangtua.

Baca Juga: Pohon Tumbang di Monkey Forest Ubud Renggut Dua Nyawa, Rekaman CCTV Perlihatkan Kepanikan Pengunjung

"Untuk membuka baju dan celana saja saya masih dibantu orangtua," kata Agus Buntung, yang menunjukkan keterbatasan fisiknya.

Namun, pihak kepolisian mengungkapkan dugaan bahwa Agus Buntung mungkin menggunakan kemampuan motorik kakinya sebagai pengganti fungsi tangan dalam melakukan tindakan tersebut.

 Penyandang disabilitas tanpa kedua tangan sering kali mengembangkan kemampuan luar biasa dalam menggunakan anggota tubuh lain, terutama kaki, untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Proses adaptasi otak dan plastisitas otak memungkinkan penyandang disabilitas untuk mengalihkan fungsi motorik yang biasanya dikendalikan oleh tangan ke kaki.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Neurophysiology pada 2020 menjelaskan bahwa individu yang tidak memiliki lengan menunjukkan peningkatan aktivitas di area motorik otak yang terkait dengan kaki.

Baca Juga: BRI Bersama Holding Ultra Mikro Berperan Aktif Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Sertifikasi BPOM

Proses ini memungkinkan mereka untuk melakukan tugas-tugas kompleks yang biasanya membutuhkan keterampilan tangan, seperti menulis, mengoperasikan perangkat elektronik, atau bahkan berkendara.

Selain itu, penyandang disabilitas yang tidak memiliki tangan sering menggunakan kaki mereka untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang memerlukan keterampilan motorik halus.

Penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers in Human Neuroscience pada 2019 juga menunjukkan bahwa dengan latihan intensif, kaki seseorang dapat mengembangkan keterampilan motorik halus yang hampir setara dengan tangan.

Hal ini memungkinkan individu untuk melakukan berbagai tugas kompleks seperti mengetik, menggambar, hingga pekerjaan manual lainnya.

Selain pengembangan kemampuan motorik kaki, beberapa penyandang disabilitas juga memanfaatkan alat bantu seperti prostetik kaki atau perangkat adaptif lainnya untuk meningkatkan fungsionalitas tubuh mereka.

Baca Juga: Kisah di Balik Tragedi Berdarah Seorang Pria Tikam Tetangganya hingga Meninggal Dunia: Dipicu oleh Peristiwa Tiga Tahun Lalu

Dengan alat bantu ini, mereka dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri.

Kasus ini terus berkembang, dan masyarakat menunggu bagaimana pihak kepolisian akan mengungkap lebih lanjut mengenai dugaan pemanfaatan kemampuan motorik kaki oleh Agus Buntung dalam kasus pelecehan seksual yang melibatkan dirinya.

 

Editor : Wiwin Meliana
#kaki #motorik #pelecehan #Agus Buntung #fakta