BALIEXPRESS.ID-Aksi seorang wanita bernama Mira Ulfa asal Aceh, yang melantunkan ayat suci Alquran sambil berjoget dengan iringan musik DJ, langsung menuai kecaman dari masyarakat.
Baca Juga: Kemenag Klungkung Serahkan SK Perpanjangan Kontrak PPNPN Tahun 2025
Dalam video yang viral, wanita yang diketahui berhijab ini terlihat mengenakan celana pendek sambil menari mengikuti irama musik DJ, hal yang dianggap tidak pantas oleh banyak warganet.
Aksi kontroversial ini pertama kali diketahui melalui unggahan akun X @dhemit_is_back yang memperingatkan masyarakat Aceh mengenai video tersebut.
Baca Juga: Aksi Pencurian Helm Terekam CCTV di Tabanan, Pelaku Gunakan Sepeda Motor Tanpa Plat
"Hallo Warga Aceh, ini ada yang seperti ini live di platform TikTok pakai celana pendek atas berhijab, dan lantunan ayat suci diiringi lagu DJ, serta joget," tulis akun tersebut, Senin (13/01/2025).
Mira Ulfa, yang berasal dari Pidie, Aceh, segera menjadi sorotan setelah videonya viral dan mendapat banyak kritik dari publik, terutama terkait dengan tindakan yang dianggap tidak menghormati kesucian ayat Alquran dan norma-norma agama.
Merasa bersalah atas perbuatannya, Mira Ulfa pun membuat video klarifikasi di media sosial.
Baca Juga: Profil Ketua PHDI Klungkung I Putu Suarta, Dedikasi untuk Membantu Umat Hindu Tanpa Pamrih
Dalam video tersebut, ia meminta maaf kepada masyarakat Aceh dan menegaskan rasa penyesalannya.
"Saya di sini mau minta maaf, khususnya kepada warga Aceh, karena saya live di Instagram, saya sangat menyesal," ujarnya dengan tulus.
Ia juga berjanji untuk lebih berhati-hati dan menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan, serta memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang kembali.
Baca Juga: Aksi Nyeleneh Bule di Bali: Bonceng Tiga, Tanpa Helm, dan Berciuman di Atas Motor di Jalan Raya
Tindakan ini menciptakan perdebatan di kalangan warganet, dengan sebagian pihak memberikan dukungan atas permintaan maafnya, sementara yang lainnya tetap mengkritik keras perilaku tersebut yang dianggap tidak sesuai dengan budaya dan nilai-nilai keagamaan di Aceh.
Editor : Wiwin Meliana