BALIEXPRESS.ID – Bentrokan antara dua organisasi masyarakat (ormas), Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) dan Pemuda Pancasila (PP), di Bandung pada Rabu (15/1) berujung pada penangkapan lima anggota GRIB.
Polrestabes Bandung menetapkan mereka sebagai tersangka dan mengamankan sejumlah barang bukti terkait insiden tersebut.
Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Jules Abraham Abast, mengungkapkan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah pemeriksaan intensif oleh polisi.
“Sudah ditetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka ditangkap pada Kamis (16/1) dini hari,” ujarnya pada Jumat pagi (17/1).
Kelima tersangka yang berinisial MJ, ZM, OP, GS, dan FAS dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dan perusakan secara bersama-sama.
Mereka terancam hukuman penjara maksimal lima hingga tujuh tahun.
Dalam insiden tersebut, para tersangka memiliki peran yang berbeda, termasuk menyerang markas Pemuda Pancasila (PP), merusak kantor, kendaraan, serta melakukan penganiayaan terhadap anggota PP.
“Korban dari pihak PP melaporkan kasus ini, termasuk kerusakan kantor, mobil, motor, dan tindak penganiayaan,” tambah Jules.
Polisi telah mengamankan berbagai barang bukti, antara lain rekaman CCTV, batang bambu, bongkahan semen, batang besi, dua sarung golok, ranting kayu, serta kendaraan yang rusak.
Salah satu barang bukti utama adalah mobil Suzuki Swift biru yang menjadi bagian dari insiden.
“Semua barang bukti tersebut saat ini dalam proses pemeriksaan untuk mendukung penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Jules.
Terkait motif di balik serangan GRIB terhadap PP, polisi masih melakukan pendalaman.
Jules menyebut, “Penyidik sedang fokus pada pembuktian tindak pidana dan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif di balik bentrokan ini.”
Selain bentrokan di Bandung, kabar bentrok serupa antara kedua ormas ini juga mencuat di Blora, Jawa Tengah.
Namun, Jules menegaskan belum ada hubungan langsung yang ditemukan antara kedua insiden tersebut.
“Saat ini, penyidik masih fokus pada kasus di Bandung. Penyelidikan mendalam akan menentukan apakah ada keterkaitan dengan insiden lain,” jelasnya.
Dengan proses penyelidikan yang terus berjalan, polisi berharap dapat mengungkap lebih banyak fakta untuk mencegah bentrokan serupa di masa mendatang.
Editor : Nyoman Suarna