Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Imbas Dugaan Pungli WN China, Pejabat Imigrasi di Bandara Soetta Dicopot Massal

Wiwin Meliana • Senin, 3 Februari 2025 | 17:52 WIB

Apel petugas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas)
Apel petugas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas)

BALIEXPRESS.ID – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) mengambil langkah tegas dengan mencopot seluruh petugas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) setelah menerima laporan dari Kedutaan Besar (Kedubes) China mengenai dugaan praktik pemerasan terhadap warga negara mereka.

Keputusan ini diambil setelah temuan yang dilaporkan oleh Kedubes China dalam surat bertanggal 21 Januari 2025.

Baca Juga: Oknum Polisi Peras Remaja Kini Ditahan, Begini Penjelasan Kapolrestabes Semarang

Dalam laporan tersebut, Kedubes China mengungkapkan bahwa praktik pemerasan di bandara tersebut telah berlangsung sejak Februari 2024 hingga Januari 2025, dengan jumlah korban yang diperkirakan lebih besar karena banyak warga negara China yang enggan melapor.

 Banyak di antara mereka yang merasa khawatir atau tidak memiliki waktu untuk mengadu, terutama karena masalah jadwal yang padat.

Selama setahun terakhir, sebanyak 44 kasus pemerasan telah diselesaikan dengan bantuan Direktorat Konsuler Kementerian Luar Negeri.

Baca Juga: Viral Karyawan Diduga Hina Profesi Honorer, PT Timah Beri Tindakan Tegas

Sebagai hasilnya, sekitar Rp 32.750.000 berhasil dikembalikan kepada lebih dari 60 warga negara China yang menjadi korban.

Laporan ini mengungkapkan bahwa praktik pemerasan ini berlangsung di kalangan petugas Imigrasi yang tidak bertanggung jawab.

Kedubes China juga mengusulkan sejumlah langkah untuk mencegah terulangnya kasus serupa, termasuk pemasangan tanda larangan pemberian tip dan imbauan untuk melaporkan tindakan pemerasan dalam tiga bahasa: Tiongkok, Indonesia, dan Inggris.

Selain itu, mereka meminta agar agen perjalanan China dilarang menyarankan wisatawan untuk memberikan tip kepada petugas imigrasi.

Baca Juga: NAH KHAN! Karyawan PT Timah Minta Maaf Setelah Video Diduga Hina Honorer Viral

Menanggapi laporan tersebut, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa keputusan pencopotan seluruh petugas di Bandara Soetta tidak ada kaitannya dengan video dugaan pungli yang sempat viral beberapa waktu lalu.

 "Ini kasus berbeda dengan yang ada di video. Begitu kami terima data dari Kedubes China, semua petugas yang namanya tercantum langsung kami tarik dan segera diganti," ungkap Agus pada Minggu (2/2/2025).

Agus juga memastikan bahwa petugas yang tercatat dalam laporan Kedubes China saat ini tengah menjalani pemeriksaan internal.

Jika terbukti terlibat dalam praktik pemerasan, mereka akan dijatuhi sanksi tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca Juga: Polemik Visual Dewa Siwa di Beach Club Bali, Arya Wedakarna Segera Panggil Manajemen, Siap Beri Teguran

"Untuk menjaga integritas dan pelayanan, kami langsung menarik dan memeriksa petugas yang diduga terlibat. Jika terbukti bersalah, tindakan tegas pasti kami ambil," tegas Agus.

Menteri Imigrasi itu juga menyampaikan apresiasi kepada Kedubes China atas laporan yang diberikan, yang menurutnya menjadi momentum bagi Direktorat Jenderal Imigrasi untuk melakukan perbaikan menyeluruh dalam meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian di Indonesia.

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#copot #Kementrian Imipas #bandara soetta #pungli #WN China