BALIEXPRESS.ID-Sebuah insiden memilukan terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Martapura, Sumatera Selatan.
Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan keluarga pasien terpaksa mengangkut jenazah menggunakan mobil pikap lantaran ambulans milik rumah sakit tidak dapat digunakan karena kehabisan bensin.
Baca Juga: Sidak Duktang Tiga Kecamatan di Bangli, 42 Orang Tak Punya SKTS, Tembuku Paling Banyak
Kejadian ini terjadi pada Sabtu (5/4/2025) dan menjadi viral setelah diunggah oleh akun Instagram @palembangterkini.official.
Dalam video tersebut, terlihat keluarga pasien menunggu selama kurang lebih satu jam tanpa kejelasan, sementara jenazah belum juga dipindahkan dari rumah sakit.
Pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk menggunakan mobil pikap demi segera memulangkan jenazah ke rumah duka.
Baca Juga: Isu Abu Janda Jadi Komisaris PT JMTO Ternyata Hoaks, Begini Klarifikasi Kementrian BUMN
Diketahui, penyebab utama insiden ini adalah ambulans milik RSUD Martapura kehabisan bahan bakar, ditambah dengan absennya sopir ambulans di lokasi saat itu.
Si perekam video yang merupakan keluarga pasien pun mengungkapkan kekecewaanya atas pelayanan dari Rumah Sakit Martapura.
“Jenazah kami almarhum keluarga kami keluar dari Rumah Sakit Martapura, kami diabaikan bahkan kami tidak dibantu, bahkan naik mobil pikap, sangat kecewa,” jelasnya dikutip pada Jumat (11/04/2025).
Insiden ini pun menuai kecaman dan keprihatinan dari masyarakat.
Baca Juga: Sadis! Pengamen Dibacok Teman saat Tidur di Pinggir Jalan, Masalahnya Sepele
Banyak warganet menyoroti lemahnya manajemen operasional rumah sakit, terutama dalam hal layanan darurat yang seharusnya siap setiap waktu, terlebih untuk menangani situasi yang sensitif seperti pengangkutan jenazah.
“2 Kejadian viral dengan Dirut RSUD Martapura yang sama; 1. Penolakan pasien (31 Oktober 2022). 2. Ambulan tidak ada sopir dan minya (05 April 2025),” tulis akun @hamba11_6.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia dalam pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit milik pemerintah yang menjadi tumpuan masyarakat umum.
Editor : Wiwin Meliana