BALIEXPRESS.ID– Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, kembali meluapkan kekesalannya terhadap penyusunan anggaran tak masuk akal di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut).
Baca Juga: Bravo! Pecalang Banjar Pagutan Padangsambian Berhasil Kosongkan 19 Kamar Kos Bermasalah
Kali ini, kemarahan Bobby dipicu oleh temuan anggaran pembelian busi racing di Dinas Sosial Sumut, yang dinilai tidak memiliki urgensi maupun relevansi terhadap tugas pokok instansi tersebut.
“Untuk OPD, jangan buat anggaran yang aneh-aneh lagi. Cukup tusuk gigi, busi racing … ada busi racing. Di dinas apa busi racing itu ya? Dinas Sosial,” ucap Bobby dengan nada kesal saat berbicara dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD 2025–2029 dan Rapat Kerja Perangkat Daerah (RKPD) di Kantor Gubernur Sumut, Senin (5/5/2025).
Sindiran tajam Bobby terhadap Dinas Sosial pun sontak memancing perhatian peserta rapat.
“Dinas Sosial beli busi racing, mau balapan? Pantesan makin banyak yang bala liar. Aduh, cukup ya,” lanjutnya, menyindir keras pihak terkait.
Baca Juga: Implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Bali Kian Diperkuat Lewat Program Safe Schools
Temuan ini menambah daftar panjang anggaran janggal yang sebelumnya juga membuat Bobby murka.
Sebelumnya, ia mengecam pengajuan anggaran Rp100 juta hanya untuk pembelian tusuk gigi, serta pengadaan 15 kue tar ukuran 60 x 40 cm senilai Rp48,7 juta oleh Badan Penghubung Pemprov Sumut.
Gubernur menilai, anggaran-anggaran tak masuk akal ini menunjukkan kurangnya sensitivitas dan profesionalisme dalam pengelolaan keuangan daerah, terlebih dana tersebut bersumber dari APBD yang seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat.
Bobby pun kembali menegaskan perintahnya untuk menghapus seluruh item anggaran yang tidak relevan, terutama yang belum direalisasikan. Ia mengingatkan seluruh OPD agar menyusun program kerja sesuai dengan arah kebijakan pembangunan dan visi-misi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) milik Presiden dan Gubernur.
Baca Juga: Bukan Latihan Perang! Dedi Mulyadi Tegaskan Barak Militer Pelajar untuk Pembentukan Karakter
“Ke depan, saya tidak mau lagi melihat anggaran barang-barang ngawur masuk ke dalam APBD. Sudah cukup. Jangan main-main dengan uang rakyat,” tegasnya.
Dengan pengawasan yang lebih ketat dan peringatan terbuka ini, Bobby berharap seluruh jajaran Pemprov Sumut dapat lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam menyusun rencana kerja dan anggaran secara bijak dan transparan.
Editor : Wiwin Meliana