Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kunjungan ke Bekasi, Dedi Mulyadi Bongkar Praktik Jual-Beli Tanah Negara, Begini Modusnya

Putu Ayu Aprilia Aryani • Selasa, 17 Juni 2025 | 14:42 WIB
Kunjungan Ke Bekasi, Dedi Mulyadi Temukan Rumah di Atas Tanah Pengairan
Kunjungan Ke Bekasi, Dedi Mulyadi Temukan Rumah di Atas Tanah Pengairan

BALIEXPRESS.ID-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menyoroti persoalan pelanggaran tata ruang dan penggunaan lahan negara dalam kunjungannya ke Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada Minggu, 15 Juni 2025, Dedi menunjukkan kondisi memprihatinkan di mana area pengairan justru dipenuhi bangunan rumah warga.

“Ini udah lama ya?” tanya Dedi kepada salah satu warga yang ditemuinya di lokasi.

“Lumayan pak,” ujar salah satu warga.

Melihat lebih dekat, Dedi menanyakan lebih lanjut soal keberadaan bangunan yang didirikan di atas badan sungai.

“Ini ngambil badan sungai lagi, membangun sendiri. Ini baru ya? Apa udah lama?” tanyanya lagi.

“Ini baru sih pak,” jawab warga tersebut.

Tak berhenti di satu titik, Dedi terus menyusuri kawasan itu dan menemukan semakin banyak rumah berdiri di kawasan pengairan.

“Bapak asli mana?” tanya Dedi.
“Dari Jawa pak,” jawab seorang warga.
“Jawa mana?” Tanya Dedi
“Dari Wonogiri pak.” Jawab warga tersebut lagi.

Ketika Dedi menanyakan sejak kapan warga tersebut tinggal di sana, warga itu menjawab sudah dua tahun.

“Nempatin disini ijinnya dari mana?” tanya Dedi lagi.
“Dari temen pak,” jawab warga tersebut.
“Temen siapa?” tanya Dedi
“Bang Pade.” Jawab warga tersebut.

Ketika ditanya apakah tanah tersebut disewa dan berapa harganya, Dedi terkejut mendengar harga jual tanah di kawasan pengairan tersebut.
“Nyewa?” tanya Dedi penasaran
“Engga. Beli pak, 35 juta.” Jawab warga tersebut
“Tempat ini tempat siapa?” tanya Dedi lagi
“Katanya ini tanah pengairan pak.” Ujar warga tersebut.
“Nah iya tanah pengairan, tanah ini bisa dijual belikan ya,” ujar Dedi yang disambut tawa oleh warga.

Dalam keterangan unggahan videonya, Dedi menulis,

“Lagi-lagi modus jual beli tanah pengairan, sampai Rp35 juta, ngeri banget!!” tulisnya dikutip Senin, 16 Juni 2025.

Unggahan tersebut menuai beragam reaksi dari warganet. Hingga kini, video itu telah disukai lebih dari 17 ribu akun Instagram.

Warganet mendukung KDM untuk mengusut tuntas permasalahan ini dan sebagian dari warganet juga mengecam perilaku warga di kawasan pengairan tersebut.

“Usut tuntas pak, sya yakin pak Gubernur sanggup!!! Sehat selalu pak Gubernur,” ketik akun @t_oyasudi_yo.

“Susah si ya orang-orang ini. Diatur agar rapi malah mau buat untung sendiri,” tulis akun @sandikhoiri8.

“Keterlaluan manusia SDM rendah penghancuran tata kota daerah dimana-mana, semoga Gub Jabar sehat selalu,” komentar akun @548ulim.

“Ini Bekasi kah?? Btw di Bekasi Utara sampai Medan Satria banyak tanah pengairan dibuat bangunan sendiri oleh warga Indonesia kita,” ketik akun @adekurniahakimm.

“Sudah rahasia umum semua wilayah Jawa Barat, bisa cek semua setiap kabupaten kota banyak oknum yang bermain-main,” tulis akun @crb_ahmad.

Temuan ini menambah daftar panjang persoalan pelanggaran pemanfaatan ruang yang menjadi sorotan Dedi Mulyadi selama menjabat. Ia secara konsisten menentang praktik jual beli tanah negara, terutama di wilayah yang seharusnya digunakan untuk fasilitas umum seperti irigasi dan pengairan.

 

Editor : Wiwin Meliana
#jual beli #bekasi #tanah negara #dedi mulyadi