BALIEXPRESS.ID-Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, buka suara menanggapi keluhan sejumlah warga Bekasi yang merasa dirugikan setelah rumah atau tempat usaha mereka di bantaran sungai dibongkar oleh Satuan Polisi Pamong Praja.
Baca Juga: Usai Kecelakaan Maut di Bangklet, Warga dan Relawan Bahu-Membahu Bersihkan Puing
Banyak dari warga tersebut kecewa karena tidak menerima kompensasi dan bahkan melampiaskan kemarahan kepada Dedi secara pribadi.
Menanggapi hal itu, Kang Dedi menegaskan bahwa pembongkaran bangunan liar di Kabupaten Bekasi dilakukan oleh dua lembaga yang berbeda.
Ia menjelaskan bahwa terdapat perbedaan perlakuan antara bangunan liar yang dibongkar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan yang dibongkar oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Baca Juga: Aksi Kompak PPPK Gianyar Jalan Kaki Jemput SK Pengangkatan, Dapat Sambutan Haru Warga
“Perlu saya sampaikan bahwa pembongkaran bangunan liar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, itu disertai kompensasi kepada warga yang terdampak. Bantuan tersebut berupa uang untuk membuka usaha baru atau mencari tempat kontrakan,” ujar Dedi dalam akun pribadinya @dediulyadi71, Kamis (10/7).
Ia menjelaskan bahwa dana kompensasi tersebut bukan berasal dari APBD Provinsi Jabar, melainkan merupakan bantuan CSR dari mitra kerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sedangkan pembongkaran yang dilakukan oleh Pemkab Bekasi, yang disebutnya dilakukan oleh Pak Bupati atau Raja Bongkar, tidak menyertakan kompensasi karena tidak memiliki alokasi dana atau mitra kerja pendukung.
Baca Juga: NGERI! Detik-Detik Truk Semen Rem Blong Tewaskan 4 Orang di Bangli, Terekam CCTV Warga
“Yang mengeluh itu adalah warga yang bangunannya dibongkar oleh Pemkab Bekasi. Saya paham, dan untuk itu saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya,” ujar Dedi.
Meski begitu, Dedi tetap mendukung langkah Bupati Bekasi dalam melakukan penataan bantaran sungai, rawa, dan saluran air.
Ia menilai penertiban ini sudah menunjukkan dampak positif, terutama dalam mengurangi titik-titik banjir yang selama ini menjadi masalah klasik di Kabupaten Bekasi.
“Kita harus akui, hari ini banjir di Bekasi tidak separah dulu. Memang masih ada genangan, tapi jauh lebih baik dibanding masa lalu,” tegasnya.
Dedi juga menyatakan niatnya untuk berkomunikasi langsung dengan Bupati Bekasi, guna membicarakan nasib warga yang kehilangan tempat tinggal dan tempat usaha akibat pembongkaran tersebut.
Ia menegaskan pentingnya mencari solusi jangka panjang agar proses penataan tetap berjalan tanpa mengorbankan hak warga kecil.
“Kita akan duduk bersama dan membicarakan langkah-langkah berikutnya. Mari kita tertibkan sungai, kita perbaiki rawa-rawa, agar tidak terus mengalami pendangkalan dan penyempitan yang akhirnya membawa bencana bagi kita semua,” tutup Kang Dedi.
Baca Juga: Kabar Duka! Warga Bulian Buleleng Tewas Tersetrum saat Perbaiki Atap Rumah
Unggahan tersebut menuai berbagai komentar dari warganet di media sosial.
“Berakit rakit ke hulu berenang ketepian. Demi keselamatan untuk keluarga di kemudian hari . Kenapa tidak direlakan semoga ada hikmah di dalam nya,” tulis akun @tatang7571
“mantap pak gubernur,” tulis akun @srinurabidin
“Alhamdulillah hatur nuhun kang dedi untuk PAPS nya,” tulis akun @rezaseptiannn
“Pa gubernur yng merakyat jujur adil dan tegas sehat2 pa,” tulis akun @nara_deri
Editor : Wiwin Meliana