BALIEXPRESS.ID – Suasana haru menyelimuti area Pelabuhan ASDP Ketapang pada Selasa (15/7/2025) saat operasi besar pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya resmi ditutup.
Tangis keluarga korban pecah ketika satu per satu personel tim SAR gabungan menyalami mereka sebagai tanda perpisahan.
Baca Juga: Dampak Penundaan Kapal di Selat Bali: Antrean 10 Kilometer, Sopir Mulai Hilang Kesabaran
Penutupan operasi ditandai dengan penandatanganan berita acara penghentian operasi SAR skala besar yang telah berlangsung selama 13 hari sejak tragedi tenggelamnya kapal di lintas Selat Bali itu.
Dalam momen tersebut, keluarga korban tampak enggan melepaskan harapan terakhir mereka.
“Keputusan ini sangat berat bagi mereka. Banyak yang menangis karena merasa harapan menemukan anggota keluarganya tertutup,” ujar Arianto, petugas Posko SAR di Ketapang.
Meskipun operasi skala besar ditutup, Basarnas menegaskan pencarian masih akan tetap berjalan. Hanya saja, koordinasi dan tanggung jawab kini dialihkan ke unsur kewilayahan, yakni Kantor SAR Kelas A Surabaya, bekerja sama dengan stakeholder lokal di wilayah Banyuwangi.
“Ini bukan akhir dari pencarian. Operasi tetap dilanjutkan selama tujuh hari ke depan dengan kendali SAR wilayah,” ujar Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyatno.
Baca Juga: Sopir Truk Demo Besar-Besaran di Ketapang–Gilimanuk, Calo Pelabuhan Diduga Jadi Biang Kerok
Setelah penandatanganan berita acara, sebagian besar keluarga korban memilih meninggalkan posko terpadu di Pelabuhan Ketapang.
Beberapa petugas kemudian mulai membersihkan perlengkapan seperti velbed dan matras yang digunakan selama operasi.
Arianto menyebut, tiga keluarga korban terakhir baru meninggalkan posko pada Selasa pagi. Mereka berharap tetap mendapat informasi lanjutan melalui grup WhatsApp yang dibuat khusus untuk komunikasi antara petugas dan keluarga korban.
“Banyak dari mereka sebenarnya masih ingin operasi besar tetap berjalan. Tapi akhirnya mereka pulang dengan harapan masih ada kabar baik nanti,” imbuh Arianto.
KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk pada 2 Juli 2025 tengah malam. Insiden ini menyisakan luka mendalam, terutama karena beberapa korban masih belum ditemukan hingga kini.
Baca Juga: TERUNGKAP! Ini Alasan KSOP Larang 15 Kapal Berlayar di Selat Bali Usai Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya
Operasi pencarian selama hampir dua pekan melibatkan berbagai unsur: Basarnas, TNI AL, Polairud, KSOP, BPBD, dan relawan masyarakat. Namun, medan berat dan kondisi cuaca menjadi tantangan besar dalam proses evakuasi.
Meski operasi besar telah berakhir, harapan masih menggantung di langit Selat Bali, menanti keajaiban dalam kelanjutan pencarian oleh tim kewilayahan.
Editor : Wiwin Meliana