Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Reuni Jokowi Jadi Sorotan Media Sosial, Dekan Fakultas Kehutanan UGM Bilang Begini

Nyoman Suarna • Selasa, 29 Juli 2025 | 20:31 WIB
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengunggah momen reuni dengan teman-teman angkatan 80 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengunggah momen reuni dengan teman-teman angkatan 80 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

BALIEXPRESS.ID – Kehadiran Presiden Joko Widodo dalam reuni akbar alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 1980, Sabtu (26/7), menyita perhatian publik dan menuai berbagai reaksi di media sosial. Sebagian warganet menilai kehadiran Jokowi dalam acara bertajuk Reuni SPIRIT '80: Guyub, Rukun, Migunani ini tak lepas dari sorotan isu ijazah palsu yang kembali ramai diperbincangkan.

Namun, pihak UGM dan panitia reuni langsung membantah tudingan tersebut. Mereka menegaskan bahwa acara tersebut murni ajang silaturahmi dan nostalgia antaralumni, tanpa embel-embel kepentingan politik apa pun.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Sigit Sunarta, menegaskan bahwa kehadiran Presiden Jokowi sebagai alumni adalah bentuk penghargaan terhadap sejarah dan kebersamaan angkatan 1980.

“Kami merasa terhormat Bapak Jokowi berkenan hadir. Ini bukan sekadar reuni, tapi perayaan perjalanan panjang sebuah angkatan. Harapannya, momen ini memperkuat silaturahmi lintas waktu,” ujarnya melalui siaran pers UGM, Selasa (29/7).

Arif Hidayat, Ketua Angkatan 1980, turut menampik adanya muatan politik dalam acara tersebut. Ia menyatakan reuni ini sudah dirancang sejak lama dan murni digelar untuk mempererat tali persaudaraan sesama alumni dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kita diterima di UGM pada 28 Juli 1980. Reuni ini adalah ajang temu kangen setelah puluhan tahun. Ada yang datang dari Manado, Lombok, Bali, dan daerah lainnya. Ini momen luar biasa,” jelas Arif.

Ketua panitia reuni, Johannes, menyebut reuni ini menjadi momentum penting setelah para alumni menapaki jalan sukses masing-masing. Ia menekankan bahwa Yogyakarta adalah rumah bersama, tempat para alumni kembali untuk mengenang masa kuliah.

“Perjumpaan ini adalah bentuk syukur. Meski hidup sudah berpisah arah, kita masih bisa berkumpul dalam kebersamaan,” pungkas Johannes.

Meski acara berlangsung hangat dan penuh nostalgia, beberapa pihak di media sosial tetap mengaitkan kehadiran Jokowi dengan isu validitas ijazah yang beberapa waktu terakhir kembali mencuat. Namun hingga kini, pihak UGM tak pernah meragukan keabsahan status akademik Jokowi sebagai alumnus resmi Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#jokowi #reuni #fakultas kehutanan #ugm