BALIEXPRESS.ID – Kabar duka menyelimuti dunia ekonomi dan politik nasional. Kwik Kian Gie, sosok ekonom senior sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi era Presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur), wafat pada Senin (28/7) pukul 22.00 WIB di RS Medistra, Jakarta Selatan, dalam usia 90 tahun.
Tokoh yang dikenal karena integritas dan pemikirannya yang tajam ini merupakan figur penting di balik berbagai kebijakan ekonomi nasional pada masa transisi demokrasi. Kwik juga pernah menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas di era Presiden Megawati Soekarnoputri (2001–2004).
Kwik Kian Gie lahir pada 11 Januari 1935 di Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Setelah menyelesaikan pendidikan awalnya di Indonesia, ia melanjutkan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) selama satu tahun. Kemudian, ia terbang ke Belanda untuk memperdalam ilmunya di Nederlandsche Economische Hogeschool (kini Erasmus University Rotterdam) dan lulus pada tahun 1963.
Setelah lulus, Kwik sempat bekerja di Kedutaan Besar RI di Den Haag sebagai asisten atase kebudayaan dan penerangan. Ia juga sempat menjabat sebagai direktur perusahaan perkebunan di Amsterdam, NV Handelsonderneming IPILO. Di sanalah ia memulai kehidupan rumah tangga dan dikaruniai tiga orang anak.
Usai tujuh tahun tinggal di Belanda, Kwik kembali ke Indonesia pada tahun 1970 dan langsung berkecimpung di dunia bisnis.
Ia memimpin Indonesia Financing & Investment Company, sebuah lembaga keuangan non-bank, selama tiga tahun. Pengalamannya di bidang agribisnis membawanya mendirikan PT Jasa Dharma Utama dan PT Altron Panorama Electronics.
Namun, hasratnya dalam dunia pendidikan dan kebangsaan membuatnya beralih ke ranah akademik dan politik.
Di bidang pendidikan, Kwik turut mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Institut Bisnis Indonesia (STIE IBII) bersama dua rekannya, Kaharudin Ongko dan Djoenaedi Joesoef.
Di panggung politik, ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), yang kemudian menjadi PDI Perjuangan, dan sukses terpilih sebagai anggota DPR RI serta menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI.
Sebagai ekonom yang kerap lantang menyuarakan pandangan kritis, Kwik dikenal luas karena sikap independennya. Bahkan, di Pemilu Presiden 2019, ia pernah menjadi salah satu penasihat ekonomi pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.
Kwik Kian Gie adalah simbol keberanian intelektual dan keteguhan moral dalam dunia ekonomi dan politik Indonesia. Pandangannya yang tajam, ditambah integritas tanpa kompromi, menjadikan namanya tetap relevan di tengah dinamika zaman.
Kepergiannya meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan kebijakan ekonomi Indonesia serta inspirasi bagi generasi muda yang ingin membangun negeri dengan ketulusan dan ilmu. (*)
Editor : Nyoman Suarna