Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Eks Kabareskrim Curiga Arya Daru Dibunuh, Ini Deretan Kejanggalan yang Diungkap

Wiwin Meliana • Rabu, 30 Juli 2025 | 16:05 WIB

Eks Kabareskrim Curigai Pembunuhan dalam Kasus Arya Daru
Eks Kabareskrim Curigai Pembunuhan dalam Kasus Arya Daru

BALIEXPRESS.ID Meski Polda Metro Jaya telah menyatakan bahwa kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (ADP), tidak melibatkan pihak lain, sejumlah pihak, termasuk publik dan mantan petinggi Polri, masih meragukan hasil penyelidikan tersebut.

Baca Juga: BRI Region Denpasar Gelar Intimate Dinner Bersama Merchant Prime Tingkatkan Kualitas Layanan Merchant

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi secara tegas menyebut bahwa ada indikasi kuat kematian Arya Daru merupakan tindakan pembunuhan, bukan kematian alami atau bunuh diri.

“Kalau cuma ada satu sidik jari milik korban di TKP, bisa jadi pelaku menggunakan sarung tangan,” ujar Ito Sumardi dalam podcast bersama Deddy Corbuzier yang ditayangkan Rabu (30/7/2025).

Arya Daru ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamar kosnya, dengan kepala dililit lakban kuning.

Kondisi tersebut, menurut banyak pengamat, sangat tidak wajar jika dikaitkan dengan dugaan bunuh diri.

Baca Juga: Hasil Penyelidikan Dipertanyakan, Eks Kabareskrim Soroti Olah TKP Kematian Arya Daru

Hal itu pula yang mendorong mantan Kabareskrim melihat sejumlah kejanggalan dalam penanganan awal kasus.

Ito juga menyoroti penggunaan smart key atau kunci otomatis pada kamar korban.

Menurutnya, kunci yang terkunci dari dalam belum tentu menjadi bukti bahwa tidak ada orang lain yang masuk.

“Sekarang kan banyak kunci smart key. Begitu kita keluar, pintu otomatis mengunci sendiri. Jadi tidak bisa langsung disimpulkan bahwa korban sendirian di dalam kamar,” tambahnya.

Lebih lanjut, kejanggalan utama yang diungkap Ito adalah soal keberadaan kamera CCTV di lokasi.

Ia menyebut adanya blind spot atau titik buta dari rekaman kamera, yang membuat pergerakan di sekitar pintu kamar Arya tak terekam dalam kurun waktu krusial.

“Waktu ia buang sampah terekam. Tapi setelah itu tidak ada rekaman siapa yang masuk ke kamar. Anehnya, keesokan harinya pintu yang sebelumnya masuk blind spot justru terekam jelas. Apakah posisi CCTV digeser?” ungkapnya.

Baca Juga: Rakasurya Resmi Berpisah dari Bali United setelah Tujuh Tahun, Ini Kata Yabes Tanuri

Ia bahkan mencurigai ada seseorang yang mengubah posisi CCTV secara sengaja, karena terdapat momen di mana rekaman sempat “loncat” atau hilang dalam sepersekian detik.

Menanggapi hal ini, Ito menyatakan telah menyampaikan temuan dan spekulasi tersebut kepada penyidik, dengan harapan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pendalaman kasus.

Publik pun kini menanti kejelasan dan transparansi lebih lanjut dari pihak berwenang, seiring semakin banyaknya suara yang menuntut pengungkapan penuh atas kematian tragis diplomat muda tersebut.

 

Editor : Wiwin Meliana
#ito sumardi #Arya Daru #dibunuh #kejanggalan