Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Titiek Soeharto Tanggapi Pengibaran Bendera One Piece: Masalah Ecek-Ecek, Tak Perlu Berlebihan

Wiwin Meliana • Selasa, 5 Agustus 2025 | 19:10 WIB

Titiek Soeharto Tanggapi Pengibaran Bendera One Piece
Titiek Soeharto Tanggapi Pengibaran Bendera One Piece

BALIEXPRESS.ID – Fenomena pengibaran bendera bajak laut “One Piece” menjelang perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia terus menjadi perbincangan publik.

Namun, anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menilai isu tersebut tak perlu dibesar-besarkan.

Baca Juga: Pemprov Bali Bantah Penyetopan Sampah Organik ke TPA Suwung Dilakukan Mendadak

Dalam pernyataannya, Titiek menyebut aksi pengibaran bendera bertema anime itu bukan ancaman terhadap negara dan seharusnya tidak menyita perhatian secara berlebihan.

“Kita negara besar, hanya itu masalah ecek-ecek lah. Enggak usah ditanggapin. Masih banyak yang harus kita kerjakan untuk membangun negeri ini,” ujar Titiek Soeharto, dikutip Selasa (5/8/2025).

Menurut Titiek, alih-alih mempersoalkan bendera bergambar simbol bajak laut fiksi, perhatian publik dan pemerintah seharusnya difokuskan pada isu yang lebih mendesak seperti kemiskinan dan kesejahteraan rakyat.

Baca Juga: Industri AMDK Lokal Bali Bingung Hadapi SE Gubernur, Minta Klausul Pelarangan Dikaji Ulang

“Bagaimana rakyat yang masih miskin bisa kita angkat menjadi hidup sejahtera, itu yang seharusnya jadi prioritas kita bersama,” tambahnya.

Titiek Soeharto juga menyampaikan, bila fenomena pengibaran bendera One Piece merupakan bentuk ekspresi ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah, maka hal tersebut layak disuarakan lebih kuat agar sampai ke telinga Presiden Prabowo Subianto.

“Ya disuarakan saja, biar pemerintah dengar. Makin banyak disuarakan, mungkin enggak sampai ke telinganya Bapak Presiden. Yang kayak begini-begini ya, nah tolong disuarakan, biar beliau dengar juga,” jelasnya.

Baca Juga: Industri AMDK Lokal Bali Bingung Hadapi SE Gubernur, Minta Klausul Pelarangan Dikaji Ulang

Pernyataan Titiek turut didukung oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Jimly Asshiddiqie, yang menyampaikan persetujuannya lewat cuitan singkat di akun media sosial X pribadinya.

"Setuju," tulis Jimly, merespons pandangan Titiek terkait isu bendera One Piece.

Seperti diketahui, pengibaran bendera One Piece—simbol bajak laut dari serial anime dan manga asal Jepang—telah dilakukan di berbagai daerah, baik berdiri sendiri maupun berdampingan dengan bendera Merah Putih.

Fenomena ini menimbulkan pro dan kontra. Sebagian masyarakat menganggapnya sebagai bentuk ekspresi budaya generasi muda, namun ada pula yang menganggapnya sebagai bentuk penurunan kepekaan terhadap simbol-simbol nasionalisme.

 

Editor : Wiwin Meliana
#hut ri #ecek-ecek #titiek soeharto #Bendera One Piece