BALIEXPRESS – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar prajurit muda Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23).
Prajurit TNI AD yang baru tiga bulan menjalani karier militernya ini meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan, diduga akibat penganiayaan berat oleh seniornya di barak tempat ia bertugas.
Baca Juga: Pelaku Pencurian Motor Ditangkap Warga, Babak Belur dan Motor Hangus Terbakar
Prada Lucky adalah personel aktif Batalyon TP 834 Wakanga Mere yang bermarkas di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia baru saja dilantik sebagai prajurit TNI pada bulan Juni 2025. Menurut sang paman, Rafael Davids, keluarga tak pernah menyangka kepergian Lucky akan secepat ini.
“Prajurit baru dan pelantikannya bulan Juni. Belum lama dia pulang ke Kupang untuk syukuran dengan keluarga,” ujar Rafael, Kamis (7/8/2025).
Baca Juga: Tiga Pejabat Polres Bangli Masuk Daftar Mutasi, Pengganti Kapolsek Kintamani Bukan Sosok Asing
Setelah menggelar syukuran, Lucky kembali ke kompi pada 5 Juni untuk menjalankan tugas barunya.
Tak berselang lama, kabar duka datang—ia dikabarkan dalam kondisi kritis dan kemudian meninggal dunia setelah empat hari menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Keluarga mengenang Prada Lucky sebagai sosok yang pendiam, rendah hati, dan jauh dari perilaku buruk.
Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara, dengan kakak perempuan dan dua adik laki-laki yang masih kecil.
“Tidak sombong, baik anak ini. Tidak pernah macam-macam,” kenang sang paman lirih.
Baca Juga: Viral Perkelahian WNA di Restoran Sanur, Kedua Pihak Sepakat Damai dan Minta Maaf ke Publik
Sementara itu, ayah korban, Sersan Mayor Christian Namo, mengungkap kondisi tubuh putranya sebelum mengembuskan napas terakhir.
Ia tak kuasa menahan kesedihan melihat luka-luka di tubuh putranya yang diduga menjadi korban kekerasan berat.
Menurut Christian, tubuh Lucky dipenuhi lebam, sayatan, serta luka bakar seperti sundutan rokok. Bagian punggung menunjukkan bekas hantaman benda keras, sementara kaki dan tangan luka parah. Ia menduga luka-luka itu menyebabkan komplikasi serius seperti ginjal pecah dan paru-paru bocor.
Kematian tragis Prada Lucky memicu kesedihan mendalam sekaligus pertanyaan serius mengenai keamanan dan perlakuan terhadap prajurit baru di lingkungan militer. Keluarga berharap ada transparansi dalam penyelidikan kasus ini dan keadilan bagi Lucky yang telah mengabdi dalam usia sangat muda.
Baca Juga: Sampah Bulfest 2025 Dipastikan Tidak Berakhir di TPA Bengkala, Begini Strategi Panitia!
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus dugaan kekerasan dalam barak militer, yang menuntut evaluasi sistemik dalam pembinaan prajurit muda.
Editor : Wiwin Meliana