BALIEXPRESS.ID – Video sejumlah anggota DPR RI berjoget di sela-sela Sidang Tahunan MPR terus menjadi sorotan publik.
Di tengah kritik tajam dari warganet, salah satu sosok yang terekam dalam video tersebut, Uya Kuya, akhirnya angkat bicara.
Baca Juga: Viral Joget di Sidang MPR Di Tengah Isu Gaji Naik, Akun Eko Patrio Diserbu Netizen
Alih-alih meminta maaf atau memberikan klarifikasi panjang, anggota Komisi IX DPR RI itu justru memilih untuk bersikap masa bodoh dan membela aksinya bersama Eko Patrio serta rekan-rekan se-DPR lainnya.
“Lah emang kita artis. Kita DPR, tapi kita artis,” tegas Uya Kuya saat dikutip pada Rabu (20/8/2025).
Uya tidak hanya membela dirinya, ia juga menyinggung fenomena para pejabat yang kini ramai membuat konten di media sosial.
Ia bahkan mencontohkan Habiburokhman, Ketua Komisi III DPR RI, yang juga aktif memproduksi konten kreatif termasuk konten masak mi instan dengan gas LPG 3 kilogram dan menggunakan musik "sound horeg", yang viral di tengah isu kenaikan gaji DPR.
Baca Juga: Tujuh Kasus Pencurian Motor di Bangli Belum Terungkap, Kapolres: Secepatnya
“Gue tanya sekarang, emang ada anggota DPR yang gak ngonten? Ada? Semua ngonten,” ujar Uya.
Menurutnya, membuat konten bukan hanya dilakukan oleh artis atau politisi, tapi juga oleh masyarakat umum.
“Artis ngonten, netizen juga ngonten,” tambahnya.
Sementara itu, Eko Patrio yang juga ikut berjoget dalam video viral tersebut, tampak tidak ambil pusing dengan reaksi negatif dari publik. Politikus PAN itu bahkan merespons komentar nyinyir netizen dengan konten TikTok baru di akun pribadinya @ekopatrio.
Dalam video itu, Eko memainkan musik “sound horeg” dari sebuah speaker di ruangan yang diduga adalah ruang kerjanya di DPR, sambil menyertakan caption satir.
“Biar jogetnya lebih keren pake sound ini aja,” tulis Eko.
Baca Juga: Viral Bocah Meninggal dengan Tubuh Dipenuhi Cacing, KDM Ancam Beri Sanksi Pejabat dan Pengurus PKK
Aksi joget para anggota DPR ini memancing gelombang kritik karena terjadi di sela forum kenegaraan yang dianggap sakral, di mana rakyat berharap keseriusan para wakilnya dalam menyampaikan arah pembangunan nasional.
Kemarahan publik juga dipicu oleh beredarnya rumor kenaikan gaji DPR hingga Rp3 juta per hari atau sekitar Rp90 juta per bulan. Meski belum ada konfirmasi resmi soal angka tersebut, narasi yang berkembang memunculkan persepsi ketidakpekaan terhadap kondisi ekonomi rakyat.
Editor : Wiwin Meliana