BALIEXPRESS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), kali ini menyasar Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Baca Juga: Kisah Pilu Rehandika: Bocah 5 Tahun di Tabanan Hidup Sebatang Kara Usai Ayah Meninggal Kecelakaan
Dalam operasi senyap yang digelar pada Kamis (21/8/2025), sebanyak 20 orang diamankan, termasuk salah satu pejabat tinggi negara, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, atau yang akrab disapa Noel.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, telah mengonfirmasi kabar penangkapan tersebut.
“Benar,” ujar Fitroh singkat saat dikonfirmasi awak media pada Kamis sore.
Baca Juga: PKK Buleleng Angkat Isu Stunting Lewat Lomba Masak Pangan Lokal di Bulfest 2025
Meskipun kabar penangkapan Noel telah dibenarkan, hingga berita ini diturunkan KPK belum merinci secara jelas dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret Wamenaker tersebut.
Identitas pihak-pihak lain yang ikut diamankan juga masih dirahasiakan.
Sumber internal KPK menyebutkan bahwa saat ini tim penindakan masih melakukan proses hukum dan upaya paksa, termasuk pemeriksaan awal terhadap para pihak yang diamankan.
OTT di lingkungan kementerian biasanya berkaitan dengan dugaan korupsi dalam proyek pengadaan barang dan jasa, suap, atau penyalahgunaan wewenang.
Baca Juga: Green Force Bulfest, Pasukan Muda Pastikan Area Festival Tetap Bersih
Namun, belum ada keterangan resmi apakah kasus ini berkaitan langsung dengan program ketenagakerjaan, bantuan sosial, atau proyek lainnya.
Juru Bicara KPK maupun pihak dari Kementerian Ketenagakerjaan belum memberikan tanggapan resmi terkait penangkapan ini.
Immanuel Ebenezer atau Noel dikenal publik sebagai aktivis sosial yang kemudian masuk ke dalam pemerintahan dan dilantik sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.
Ia sebelumnya juga menjabat sebagai Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman) dan dikenal aktif dalam berbagai kegiatan politik nasional.
Baca Juga: Lidya dan Ratna, Relawan Muda Pasukan Green Force Bulfest 2025.
Penangkapan Noel mengejutkan banyak pihak mengingat rekam jejaknya yang sebelumnya vokal dalam isu pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi.
Editor : Wiwin Meliana