BALIEXPRESS.ID-Nama Immanuel Ebenezer, atau lebih dikenal dengan Noel, bukanlah sosok baru dalam dunia pergerakan dan politik nasional.
Lahir di Riau, 22 Juli 1975, Noel dikenal luas sebagai aktivis dan pendiri sekaligus Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman)—kelompok relawan yang militan mendukung Joko Widodo dalam Pilpres 2019.
Baca Juga: BREAKING! Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK, 20 Orang Diamankan
Sebagai Ketua Joman, Noel sering tampil vokal di berbagai media, membela kebijakan Presiden Jokowi, serta tak segan "pasang badan" menghadapi kritik terhadap pemerintah.
Keberaniannya ini membuat namanya melambung di kalangan relawan pro-Jokowi.
Setelah kemenangan Jokowi pada periode kedua, Noel diberi jabatan sebagai Komisaris Utama PT Mega Eltra, anak usaha BUMN Pupuk Indonesia, pada 2021. Namun, ia hanya menduduki posisi itu hingga Maret 2022.
Tak lama setelahnya, ia sempat menuai kontroversi karena menjadi saksi meringankan untuk terdakwa kasus terorisme, Munarman, pada Februari 2022.
Langkah tersebut membuat dirinya disorot, bahkan sempat membuat gerakan relawan terbelah.
Baca Juga: Kisah Pilu Rehandika: Bocah 5 Tahun di Tabanan Hidup Sebatang Kara Usai Ayah Meninggal Kecelakaan
Meski dikenal sebagai tokoh relawan Jokowi, arah politik Noel tak selalu konsisten.
Ia sempat mendeklarasikan Ganjar Mania, kelompok relawan pendukung Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024.
Namun, secara mengejutkan, ia berbalik arah mendukung Prabowo Subianto, setelah Gibran Rakabuming Raka (putra Jokowi) diumumkan sebagai cawapres.
Pada Pemilu 2024, Noel mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI dari Partai Gerindra untuk Dapil Kalimantan Utara. Sayangnya, ia gagal lolos ke Senayan meski memperoleh 29.786 suara.
Meskipun gagal di pemilu legislatif, Noel justru mendapat kursi empuk di pemerintahan.
Pada Oktober 2024, ia dilantik sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, mendampingi Menteri Yassierli.
Baca Juga: PKK Buleleng Angkat Isu Stunting Lewat Lomba Masak Pangan Lokal di Bulfest 2025
Namun, karier politiknya kini berada di ujung tanduk. Pada Kamis, 21 Agustus 2025, Noel terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK bersama 19 orang lainnya.
Ia kini tengah diperiksa intensif oleh penyidik KPK atas dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi, yang masih belum diungkap ke publik secara detail.
Editor : Wiwin Meliana