Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Blak-Blakan! Ahmad Sahroni Akui Jadi Mafia BBM, Rahasia Kaya Raya “Crazy Rich” Tanjung Priok

Wiwin Meliana • Selasa, 2 September 2025 | 16:24 WIB

Ahmad Sahroni Akui Julukan "Mafia BBM"
Ahmad Sahroni Akui Julukan "Mafia BBM"

BALIEXPRESS.ID— Politikus sekaligus pengusaha sukses Ahmad Sahroni blak-blakan mengakui bahwa dirinya pernah dijuluki sebagai “mafia BBM”.

Namun, Sahroni menegaskan bahwa istilah tersebut bukan merujuk pada tindakan kriminal, melainkan menggambarkan kiprahnya dalam dunia bisnis bahan bakar minyak yang dijalani secara profesional dan legal.

Baca Juga: Langgar Disiplin, Personil Polsek Nusa Penida ‘Dihadiahi’ Push Up

Pengakuan tersebut disampaikan Sahroni dalam sebuah cuplikan wawancara lama yang kembali viral di media sosial, dan dibagikan ulang oleh akun @beritaartis.terbaru.

Dalam video tersebut, anggota DPR RI nonaktif yang dikenal dengan julukan “Crazy Rich Tanjung Priok” itu tak menampik label “mafia BBM” yang sempat melekat padanya.

“Ya mafia gue dulu, mafia dalam konotasi bukan negatif,” ujar Sahroni, dikutip pada Selasa (2/9).

Baca Juga: Bali United Siap Hadapi Pemuncak Klasemen, Modal Kemenangan Perdana Atas Madura United

Sahroni menjelaskan, dalam dunia bisnis, dirinya menerapkan prinsip ekonomi klasik: membeli dengan harga serendah mungkin dan menjual dengan harga setinggi mungkin. Hal itulah yang menjadi dasar mengapa ia tak keberatan dijuluki mafia BBM.

“Makanya kalau orang bilang mafia BBM, ya bener. Karena waktu dulu harga minyak di Indonesia murah, kita jual ke kapal asing, harganya udah beda,” ungkapnya.

Lahir di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 8 Agustus 1977, Ahmad Sahroni bukan berasal dari keluarga kaya.

Ia memulai hidupnya dengan berbagai pekerjaan keras — mulai dari tukang semir sepatu, sopir antar-jemput anak sekolah, hingga tukang cuci di kapal pesiar asing. Pengalaman hidup itu membentuk mental tangguh yang kemudian mengantarkannya ke dunia bisnis dan politik.

Setelah lepas dari kehidupan keras pelabuhan, Sahroni membangun bisnis di sektor logistik energi dan menjadi Direktur Utama di beberapa perusahaan pengangkutan BBM.

Baca Juga: Kejari Gianyar Terima Pelimpahan Tersangka Kasus Pencurian dengan Kekerasan

Kesuksesannya kemudian merambah ke bidang properti dan otomotif, menjadikannya salah satu tokoh terkaya dari kawasan Tanjung Priok.

Dalam pernyataannya, Sahroni juga menyebut bahwa prinsip bisnis yang ia pegang adalah sederhana namun efektif.

“Beli semurah-murahnya, jual semahal-mahalnya. Itu prinsip saya dalam berbisnis,” katanya.

Pernyataan ini mencuat di tengah perhatian publik terhadap Sahroni, setelah rumahnya turut menjadi sasaran penjarahan dalam kerusuhan beberapa waktu lalu.

Editor : Wiwin Meliana
#mafia bbm #ahmad sahroni #tanjung priok #crazy rich