Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pedihnya Sri Mulyani: Lukisan Berusia 17 Tahun Ikut Dijarah, Simbol Harga Diri yang Dikoyak

Wiwin Meliana • Rabu, 3 September 2025 | 16:26 WIB

Sri Mulyani ungkap kepedihan lukisan bunga berusia 17 tahun ikut dijarah
Sri Mulyani ungkap kepedihan lukisan bunga berusia 17 tahun ikut dijarah

BALIEXPRESS.ID– Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan kepedihan mendalam setelah rumah pribadinya di kawasan Bintaro Sektor 3A, Tangerang Selatan, menjadi sasaran penjarahan brutal pada Minggu dini hari, 31 Agustus 2025.

Insiden yang terjadi dalam dua gelombang, pukul 01.00 dan 03.00 WIB, menyebabkan kerusakan parah pada rumah yang telah menjadi tempat tumbuh kembang keluarganya.

Baca Juga: Dapur Rumah Kontrakan Terbakar, Damkar Klungkung Kerahkan Tiga Armada

Sejumlah barang pribadi dilaporkan raib, termasuk sebuah lukisan cat minyak yang dibuatnya sendiri 17 tahun silam, lukisan yang kemudian menjadi simbol dari luka emosional yang ia rasakan.

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Sri Mulyani membagikan narasi menyayat hati tentang bagaimana seorang pria berjaket merah dan mengenakan helm hitam membawa keluar lukisan bunga miliknya dengan tenang.

Bagi pelaku, itu mungkin hanya sekadar barang berharga. Tapi bagi Sri Mulyani, lukisan itu adalah bagian dari jiwa dan kontemplasi dirinya.

“Lukisan Bunga yang saya lukis 17 tahun lalu adalah hasil dan simbol perenungan serta kontemplasi diri, sangat pribadi... Lukisan itu telah raib, seperti lenyapnya rasa aman, rasa kepastian hukum dan rasa perikemanusiaan yang adil dan beradab di bumi Indonesia,” tulisnya dikutip pada Rabu (03/09/2025).

Baca Juga: Kapolres Polres Tabanan Usul Perda Wajibkan CCTV di Ruang Publik untuk Cegah Kejahatan

Sri Mulyani menggambarkan bagaimana para penjarah beraksi dengan rasa percaya diri, bahkan sempat diwawancarai media dengan nada enteng dan sedikit bangga, seolah tidak ada

Penjarahan terhadap rumah pribadi seorang pejabat negara sekaligus simbol integritas seperti Sri Mulyani menjadi pukulan telak terhadap semangat negara hukum.

 Ia menekankan bahwa tragedi seperti ini bukan sekadar soal kehilangan materi, tetapi juga hilangnya nilai-nilai dasar berbangsa.

“Dalam kerusuhan tidak pernah ada pemenang. Yang ada adalah hilangnya akal sehat, rusaknya harapan, runtuhnya fondasi berbangsa dan bernegara kita,” ungkapnya tegas.

Lebih lanjut, Sri Mulyani juga menyindir bagaimana media sosial memviralkan insiden tersebut secara sensasional, memperbesar luka dan menciptakan “histeria intimidatif yang kejam”.

Baca Juga: Presiden Prabowo Siapkan Berbagai Bantuan untuk Korban Aksi Unjuk Rasa

Meski dirundung duka, Sri Mulyani tetap menyuarakan harapan. Ia menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tidak menyerah pada kekuatan yang merusak, dan terus menjaga serta memperbaiki bangsa tanpa rasa lelah atau putus asa.

“Indonesia adalah rumah kita bersama. Jangan biarkan dan jangan menyerah pada kekuatan yang merusak itu. Jaga dan terus perbaiki Indonesia bersama, tanpa lelah, tanpa amarah dan tanpa keluh kesah serta tanpa putus asa,” tutup Sri Mulyani dalam unggahannya.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan atas insiden penjarahan yang terjadi di kawasan Bintaro tersebut. Belum ada keterangan resmi terkait jumlah pelaku yang berhasil diidentifikasi atau ditangkap. Namun, insiden ini telah menambah catatan kelam dalam situasi keamanan nasional beberapa waktu terakhir.

 

Editor : Wiwin Meliana
#dijarah massa #harga diri #sri mulyani #lukisan