BALIEXPRESS.ID– Di tengah kisruh politik dan amarah massa yang berujung pada penjarahan rumah anggota DPR RI, Ahmad Sahroni, pada 30 Agustus lalu, satu benda mungil justru menyita perhatian publik: sebuah flashdisk putih.
Bukan deretan jam tangan mewah, sepatu koleksi, atau motor antik yang mencuri sorotan, melainkan flashdisk kecil yang disebut-sebut ikut hilang saat kerusuhan terjadi. Kabar hilangnya benda ini sontak memantik spekulasi liar di media sosial.
Baca Juga: Truk Tangki Tabrak Kendaraan Parkir di Klungkung, Dua Orang Luka-Luka
Isu flashdisk putih pertama kali mencuat dari unggahan seorang pengguna media sosial anonim yang menyebut benda tersebut menyimpan "data penting dan sensitif".
Sejak itu, linimasa Twitter (kini X), TikTok, hingga Instagram dipenuhi oleh klaim-klaim liar yang menyebut flashdisk berisi: Dokumen politik rahasia. Skandal internal partai, Data pribadi milik elite, Video atau catatan yang bisa mengguncang panggung politik.
Beberapa akun bahkan mengaku telah menemukan flashdisk tersebut dan mengklaim akan membocorkan isinya. Mereka menyebarkan link unduhan yang diklaim sebagai “isi flashdisk milik Sahroni”.
Namun setelah ditelusuri, sebagian besar tautan tersebut adalah palsu, berisi phishing, malware, atau iklan penipuan yang dapat membahayakan data pribadi pengguna.
Baca Juga: Curi Tab dan HP di Outlet Mang Jaja Teuku Umar Barat, Pria Asal Gresik Dibekuk Polisi
Fenomena flashdisk ini tak lagi hanya soal kehilangan barang, tetapi telah berkembang menjadi isu keamanan digital nasional. Pengamat media sosial menilai, penyebaran hoaks semacam ini adalah bentuk rekayasa opini publik yang bisa berbahaya.
Menanggapi kegaduhan ini, Partai NasDem angkat bicara dengan nada tegas. Ketua Fraksi NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, menyebut isu flashdisk sebagai upaya sistematis untuk menjatuhkan citra Ahmad Sahroni.
“Ini bukan sekadar kabar bohong. Bisa jadi ada skenario politik yang ingin menjatuhkan beliau melalui disinformasi,” tegas Viktor kepada wartawan, Jumat (5/9).
Ia juga menekankan bahwa partainya akan mengusut dan melaporkan akun-akun penyebar hoaks, termasuk yang menyebarkan tautan palsu berisi ancaman keamanan digital.
Baca Juga: Warga Nusa Penida Serbu Pasar Murah, Satu Ton Beras Murah Ambles
Hingga berita ini diturunkan, Ahmad Sahroni sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait keberadaan flashdisk tersebut. Namun, sumber internal menyebut bahwa Sahroni telah meminta tim hukum dan digitalnya untuk melacak jejak digital penyebar hoaks dan bekerja sama dengan pihak berwajib.
Editor : Wiwin Meliana