Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Aktivis 98 Desak Presiden Prabowo Copot Kapolri, Imbas Rantis Brimob Lindas Ojol

Wiwin Meliana • Jumat, 5 September 2025 | 18:58 WIB

Aktivis 98 Desak Presiden Prabowo Copot Kapolri
Aktivis 98 Desak Presiden Prabowo Copot Kapolri

BALIEXPRESS.ID– Desakan untuk mencopot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kian menguat, terutama setelah insiden kendaraan taktis (rantis) Brimob yang melindas pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, hingga tewas pada Kamis (28/8).

Salah satu desakan keras datang dari kalangan Aktivis 98. Seratus aktivis yang tergabung dalam kelompok tersebut menyatakan bahwa tragedi ini merupakan bentuk pelanggaran HAM berat dan mencerminkan kegagalan institusi kepolisian dalam menjalankan reformasi.

Baca Juga: Misteri Flashdisk Putih Diduga Milik Ahmad Sahroni Viral, Netizen Berspekulasi, NasDem Bereaksi Keras

Ubedilah Badrun, akademisi dan perwakilan dari Aktivis 98, menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan peringatan serius kepada Presiden Prabowo Subianto agar segera mencopot Jenderal Listyo dari jabatannya.

“Kami telah dengan tegas memberikan semacam warning kepada Prabowo agar memberhentikan Kapolri,” ujar Ubed melalui pesan tertulis, Kamis (4/9).

Menurut Ubed, tragedi pelindasan tersebut telah merusak citra Indonesia di mata dunia internasional, apalagi disebut-sebut telah menjadi perhatian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Semakin buruk jika Presiden tidak mengambil langkah tegas terhadap elite institusi yang paling bertanggung jawab dalam pengamanan demonstrasi, yaitu Kapolri,” tambahnya.

Baca Juga: Truk Tangki Tabrak Kendaraan Parkir di Klungkung, Dua Orang Luka-Luka

Aktivis 98 menilai bahwa reformasi di tubuh Polri selama ini hanya menjadi jargon tanpa tindakan nyata. Mereka menekankan bahwa pencopotan Kapolri adalah bagian dari agenda reformasi struktural dan tata kelola Polri.

“Reformasi kepolisian berarti memberikan sanksi tegas terhadap lapisan elite kepolisian jika terjadi kesalahan fatal. Dalam konteks ini, Kapolri harus dicopot, juga Kapolda dan jajaran lainnya yang bertanggung jawab atas peristiwa tragis ini,” tegas Ubed.

Selain mendesak Presiden, Ubedilah juga meminta Kapolri Listyo Sigit untuk mengambil langkah moral dengan mengundurkan diri.

“Kapolri bisa menyatakan mundur dari jabatannya tanpa menunggu dipecat oleh Prabowo. Karena itu tidak dilakukan, kami menilai bahwa standar etik elite bangsa ini sangat membuat kami sedih,” ucapnya.

Baca Juga: Curi Tab dan HP di Outlet Mang Jaja Teuku Umar Barat, Pria Asal Gresik Dibekuk Polisi

Aktivis 98 menilai lambannya respon dari Presiden Prabowo menunjukkan kemunduran moral dalam kepemimpinan nasional. Mereka menyebut, jika tuntutan publik ini terus diabaikan, maka bangsa ini akan dinilai telah kehilangan moral obligation dari kalangan elite kekuasaan.

“Tentu ini menyedihkan dan meremukkan jiwa bangsa,” tutup Ubed.

 

Editor : Wiwin Meliana
#copot #Listyo Sigit Prabowo #aktivis 98 #Prabowo #Kapolri